Suara Online
  • Beranda
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Subscribe
Suara OnlineSuara Online
Aa
Search
  • Pages
    • Home
    • Blog Index
    • Contact Us
    • Search Page
    • 404 Page
  • Categories
  • Personalized
    • My Saves
    • My Feed
    • My Interests
    • History
Follow US
Hidup Tidak Selalu Menanjak: Belajar Menerima Fase Stagnan sebagai Bagian dari Proses Bertumbuh

Beranda – Self Improvement – Hidup Tidak Selalu Menanjak: Belajar Menerima Fase Stagnan sebagai Bagian dari Proses Bertumbuh

ArtikelInformasi

Hidup Tidak Selalu Menanjak: Belajar Menerima Fase Stagnan sebagai Bagian dari Proses Bertumbuh

Salsabila Humairo Azzahro
Salsabila Humairo Azzahro
Share
Hidup Tidak Selalu Menanjak: Belajar Menerima Fase Stagnan sebagai Bagian dari Proses Bertumbuh
SHARE

Suara Online – Dalam perjalanan hidup, tidak semua fase diisi dengan kemajuan yang terlihat. Ada masa ketika usaha terasa jalan di tempat, tujuan belum tercapai, dan semangat perlahan menurun. 

Fase ini sering disebut sebagai fase stagnan. Sayangnya, banyak orang menganggap stagnasi sebagai tanda kegagalan, padahal tidak selalu demikian.

Fase stagnan merupakan bagian alami dari proses bertumbuh. Sama seperti alam yang memiliki musim, manusia pun membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak sebelum melangkah lebih jauh. 

Di fase ini, seseorang sering kali sedang membangun fondasi mental, emosional, dan pemahaman diri yang lebih dalam, meski hasilnya belum tampak di permukaan.

Tekanan sosial kerap memperparah perasaan tertinggal. Melihat orang lain terlihat “lebih maju” dapat memicu perbandingan yang melelahkan. 

Padahal, setiap individu memiliki ritme hidup yang berbeda. Kemajuan tidak selalu bersifat linear, dan jeda bukan berarti kemunduran.

Menerima fase stagnan bukan berarti menyerah. Justru di sinilah kesempatan untuk mengevaluasi arah hidup, menyusun ulang prioritas, serta memperbaiki hal-hal yang selama ini terabaikan. 

Belajar menikmati proses tanpa terus menuntut hasil instan dapat membantu menjaga kesehatan mental.

Ketika fase ini dijalani dengan kesadaran, stagnasi dapat menjadi ruang pemulihan. Dari sinilah muncul kejernihan berpikir dan kesiapan untuk melangkah lebih matang.

Hidup memang tidak selalu menanjak, namun setiap fase memiliki perannya sendiri dalam membentuk versi diri yang lebih kuat dan bijaksana.

Baca Juga : Mengapa Validasi Diri Lebih Penting daripada Terus Mencari Pengakuan Sosial

TAGGED: Self Improvement, Fase Stagnan, Proses bertumbuh
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified Blog

Seedbacklink

Rumah Anak Surga

Hotel Karantina Qur’an

Rental Motor Semarang

You Might Also Like

Banjir di Pati Rendam Lahan Pertanian, Aktivitas Petani Terhenti dan Ancaman Gagal Panen Meningkat
BeritaInformasi

Banjir di Pati Rendam Lahan Pertanian, Aktivitas Petani Terhenti dan Ancaman Gagal Panen Meningkat

2 Min Read
Pati Berduka, Banjir Rendam 12 Kecamatan dan 48 Desa, Akses Jalan Lumpuh
BeritaInformasi

Pati Berduka, Banjir Rendam 12 Kecamatan dan 48 Desa, Akses Jalan Lumpuh

2 Min Read
Proses yang Tidak Terlihat Lebih Penting daripada Hasil: Tentang Bertumbuh Diam-Diam tanpa Pengakuan
ArtikelInformasi

Proses yang Tidak Terlihat Lebih Penting daripada Hasil: Tentang Bertumbuh Diam-Diam tanpa Pengakuan

2 Min Read
Quarter Life Crisis: Tanda yang Dapat Merusak Kualitas Tidur
ArtikelGaya Hidup

Quarter Life Crisis: Tanda yang Dapat Merusak Kualitas Tidur

2 Min Read
Suara Online

Suaraonline.com : The voice of netizen

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy Police
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?