Suaraonline.com – Antrean panjang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Jalan Lintang dan sekitarnya, wilayah Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (4/3/2026). Video yang diunggah oleh akun TikTok @akuang16 menunjukkan warga ramai-ramai mengantre BBM sambil membawa jerigen, bahkan suasana tampak riuh dan sempat terdengar suara teriakan di kerumunan antrean.
Kondisi tersebut dipicu kekhawatiran masyarakat setelah beredar informasi bahwa stok BBM nasional hanya tersisa sekitar 20 hari. Isu itu berkembang usai pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menyebut kapasitas stok operasional BBM nasional berada di kisaran tersebut.
Namun, dalam klasifikasinya yang dikutip dari Antara, Bahlil menegaskan bahwa angka 20–25 hari merupakan kapasitas penyimpanan (storage) normal, bukan kondisi darurat atau indikasi stok akan habis dalam waktu dekat. Pemerintah disebut terus menjaga distribusi agar tetap aman dan terkendali.
PT Pertamina juga memastikan pasokan energi selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri 2026 dalam kondisi aman. Perusahaan pelat merah itu melakukan penguatan distribusi di sejumlah wilayah untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi.
Meski demikian, kekhawatiran warga terlanjur memicu panic buying di Aceh Tengah. Bahkan, laporan menyebutkan sejumlah warga dari daerah sekitar turut mendatangi SPBU di Takengon untuk memastikan ketersediaan BBM.
Pemerintah daerah dan pihak terkait mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan dan tetap tenang. Warga diminta membeli BBM sesuai kebutuhan guna menghindari kelangkaan sementara akibat lonjakan permintaan mendadak.
Hingga Rabu malam, antrean di beberapa SPBU dilaporkan masih terjadi, meski distribusi BBM tetap berjalan normal. Aparat dan pengelola SPBU terus melakukan pengaturan guna menjaga ketertiban di lokasi pengisian.
Baca Juga: Ternyata Begini Cara Membatasi Konsumsi Berita Negatif




