Suaraonline.com – Iran melancarkan gelombang serangan balasan besar-besaran ke Israel dan sejumlah target yang dikaitkan dengan Amerika Serikat pada Minggu (1/3/2026), sebagai respons atas serangan gabungan AS dan Israel serta sebagai bagian dari sumpah membalas kematian Ayatollah Ali Khamenei.
Dilansir dari Al Jazeera, Iran disebut menggunakan drone kamikaze, rudal balistik, hingga misil hipersonik Fattah-2 dalam serangan tersebut. Beberapa laporan menyebutkan sasaran mencakup Tel Aviv, Yerusalem, pangkalan laut, serta wilayah yang diduga berkaitan dengan kepentingan militer AS di kawasan Timur Tengah. Sirene serangan udara berbunyi di berbagai kota sebelum rentetan ledakan terjadi.
Gelombang serangan terbaru berhasil menembus sejumlah sistem pertahanan udara Israel, termasuk Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow 3. Iran diduga menerapkan taktik saturasi dengan melepaskan banyak sub-peledak untuk membebani radar dan sistem pencegat Israel.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menargetkan kapal induk AS, USS Abraham Lincoln, dalam operasi yang disebut sebagai fase baru eskalasi konflik terbuka antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Sejumlah korban jiwa dilaporkan di beberapa wilayah, termasuk Beit Shemesh. Sementara itu, ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat tajam dengan situasi keamanan yang kian memburuk dan potensi serangan lanjutan masih terbuka.
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.




