Suara Online, Semarang – Kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seorang pengendara sepeda motor di Jalan Jenderal Urip Sumoharjo atau Jalur Pantura Mangkang, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Rabu (14/1/2026) siang, menjadi pengingat pentingnya mengutamakan keselamatan saat berkendara, khususnya bagi pengendara roda dua.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan saksi di lokasi kejadian, insiden bermula saat arus lalu lintas terpantau padat.
Kondisi jalan menyempit akibat adanya truk lain yang mengalami kerusakan dan berhenti di tepi jalan.
Sejumlah kendaraan terpaksa melambat dan menyesuaikan lajur demi menghindari kemacetan dan risiko kecelakaan.
Dalam situasi tersebut, sebuah sepeda motor yang ditumpangi dua orang diduga melaju dari arah belakang dan menabrak bagian belakang truk kontainer yang sedang memperlambat laju kendaraan.
Benturan tersebut menyebabkan pengendara motor terjatuh dan kemudian tertabrak truk lain di belakangnya. Korban dinyatakan meninggal dunia dan dievakuasi ke RSUP dr. Kariadi Semarang.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya sikap saling mengalah di jalan raya, terutama saat berhadapan dengan kendaraan besar seperti truk.
Kendaraan berat memiliki jarak pengereman yang lebih panjang serta keterbatasan manuver, sehingga membutuhkan ruang dan waktu lebih untuk berhenti secara aman.
Pengamat keselamatan lalu lintas kerap menekankan bahwa pengendara sepeda motor berada pada posisi paling rentan di jalan.
Mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta tidak memaksakan diri menyalip di ruang sempit menjadi langkah sederhana yang dapat mencegah kecelakaan fatal.
Kejadian di Jalur Pantura Mangkang ini diharapkan menjadi pelajaran bersama bahwa keselamatan di jalan harus menjadi prioritas utama, bukan ego atau keinginan untuk mendahului dalam kondisi berisiko.
Baca Juga : Kecelakaan Maut di Jalur Pantura Mangkang Semarang, Pemotor Tewas di Jalan Jend. Urip Sumoharjo




