Suaraonline.com – Bagi penulis novel, menulis bukan hanya soal ide brilian atau bakat alami, tetapi juga tentang konsistensi. Banyak penulis memiliki gagasan menarik, namun gagal menyelesaikan karya karena tidak memiliki kebiasaan menulis yang teratur.
Rutinitas menulis menjadi pondasi penting agar proses kreatif tidak terhenti di tengah jalan. Di tengah kesibukan dan distraksi sehari-hari, penulis sering menunggu momen “mood” untuk mulai menulis. Rutinitas hadir sebagai alat untuk melatih disiplin dan membangun kedekatan antara penulis dengan karyanya sendiri.
Manfaat Rutinitas Menulis Bagi Penulis Novel
Rutinitas menulis membantu penulis novel terbiasa duduk dan menulis, meskipun ide belum sepenuhnya matang. Dengan kebiasaan ini, aktivitas menulis tidak lagi terasa berat atau menakutkan.
Semakin sering menulis, otak akan terlatih untuk masuk ke mode kreatif tanpa perlu menunggu inspirasi datang lebih dulu. Rutinitas membuat menulis menjadi bagian alami dari keseharian penulis novel.
Selain itu, semakin terlatih menulis, semakin mudah penulis menyampaikan suaranya sendiri. Gaya bahasa, sudut pandang, dan cara bercerita akan berkembang seiring waktu.
Penulis tidak lagi kaku dalam menuangkan emosi dan gagasan, karena proses menulis sudah terinternalisasi. Rutinitas menulis membantu penulis menemukan ritme dan karakter khas dalam setiap karya yang dihasilkan.
Rutinitas yang konsisten bukan bertujuan mengekang kreativitas penulis, melainkan menopangnya. Dengan kebiasaan menulis yang konsisten, penulis dapat menjaga produktivitas sekaligus memperkuat kualitas cerita yang disampaikan kepada pembaca.
Jadi, itulah mengapa penulis novel membutuhkan rutinitas konsisten menulis.
Baca Juga: 3 Penyebab Orang Indonesia Tidak Suka Membaca
Editor: Annisa Adelina Sumadillah




