Suaraonline.com – Menjadi ads content creator terlihat menarik karena dekat dengan dunia kreatif dan media sosial. Namun, di balik itu, banyak pemula yang terjebak pada kesalahan mendasar sehingga iklan yang dibuat justru gagal menarik perhatian audiens.
Alih-alih menghasilkan performa yang baik, kesalahan ini kerap membuat iklan di-skip bahkan sebelum pesan utama tersampaikan.
Kesalahan Pemula sebagai Ads Content Creator
Pertama, kesalahan yang paling sering dilakukan pemula sebagai ads content creator adalah terlalu ingin memasukkan semua value yang dimiliki produk ke dalam satu iklan.
Akibatnya, teks menjadi terlalu panjang dan durasi video melebar tanpa arah yang jelas. Padahal, iklan digital menuntut pesan yang ringkas dan langsung ke inti. Audiens cenderung tidak memiliki waktu atau minat untuk menonton iklan yang bertele-tele, sehingga pesan penting justru tenggelam.
Kedua, banyak pemula masih menggunakan kalimat yang bersifat informatif, bukan persuasif. Kalimat informatif memang menjelaskan produk, tetapi belum tentu mendorong audiens untuk bertindak.
Contoh seperti, “Kopi ini sangat sehat untuk tubuh,” hanya menyampaikan informasi. Berbeda dengan kalimat persuasif seperti, “Tubuhmu membutuhkan kopi agar semakin sehat,” yang secara emosional mengajak audiens merasa membutuhkan produk tersebut. Hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman tentang copywriting yang berorientasi pada aksi.
Ketiga, visual video terlalu mengutamakan estetika tanpa menyesuaikan karakteristik audiens di setiap platform. Video yang terlihat cantik belum tentu efektif jika tidak relevan dengan kebiasaan pengguna platform tertentu.
Misalnya, gaya visual yang cocok di Instagram belum tentu bekerja dengan baik di TikTok. Ketika ads content creator hanya fokus pada estetika, pesan iklan bisa kehilangan daya tarik dan gagal menjangkau audiens yang tepat.
Pada akhirnya, memahami kesalahan pemula sebagai ads content creator adalah langkah awal untuk berkembang. Dengan menyederhanakan pesan, menggunakan bahasa persuasif, dan menyesuaikan visual dengan karakter audiens, iklan digital memiliki peluang lebih besar untuk tampil efektif dan mencapai tujuan yang diinginkan.
Baca Juga: Peran Ads Content Creator dalam Periklanan Digital
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.




