Suaraonline.com – Keterampilan problem solving mulai terasa manfaatnya, terutama ketika tidak ada keluarga yang bisa langsung dimintai bantuan. Sebagai anak rantau kemandirian, tidak hanya seputar biaya hidup yang terus naik, tekanan sosial di era serba cepat, hingga tuntutan untuk mampu mengambil keputusan secara rasional.
Banyak anak muda saat ini memilih merantau demi pendidikan dan karier, namun tak sedikit yang akhirnya kewalahan karena belum siap menghadapi masalah secara mandiri.
Kegunaan Problem Solving Bagi Anak Rantau
Keterampilan problem solving sangat berguna ketika anak rantau berada dalam situasi mendesak yang menuntut solusi cepat dan tepat. Misalnya dalam menghadapi berbagai masalah mulai dari masalah finansial, konflik dengan teman kos, hingga tekanan pekerjaan.
Kemampuan berpikir sistematis membantu anak rantau memilah mana masalah utama dan mana yang hanya efek samping. Tanpa kemampuan ini, seseorang mudah panik dan mengambil keputusan emosional yang justru memperburuk keadaan.
Dalam kehidupan sehari-hari, problem solving juga berperan saat anak rantau harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Mulai dari mengatur waktu antara kerja dan istirahat, mencari penghasilan tambahan, hingga menentukan prioritas hidup.
Keterampilan ini membuat anak rantau lebih adaptif dan tidak mudah menyerah saat rencana tidak berjalan sesuai harapan. Di tengah budaya hustle yang kerap menekan generasi muda, kemampuan menyelesaikan masalah secara tenang menjadi bekal penting untuk menjaga kesehatan mental.
Problem solving juga sangat terasa manfaatnya ketika anak rantau dihadapkan pada masalah yang membutuhkan keputusan jangka panjang. Misalnya saat harus memilih bertahan di pekerjaan yang melelahkan atau mencari peluang baru dengan risiko lebih besar.
Dengan kemampuan problem solving yang baik, anak rantau mampu menimbang konsekuensi secara realistis, bukan sekadar mengikuti tekanan lingkungan atau ekspektasi sosial.
Jadi, itulah kenapa problem solving dibutuhkan anak rantau untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, tangguh, dan siap menghadapi dinamika hidup di perantauan.
Baca Juga: 4 Manfaat Menjadi Orang Aneh, Ternyata Bisa Mengurangi Stres
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.




