Suara Online
  • Beranda
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Subscribe
Suara OnlineSuara Online
Aa
Search
  • Pages
    • Home
    • Blog Index
    • Contact Us
    • Search Page
    • 404 Page
  • Categories
  • Personalized
    • My Saves
    • My Feed
    • My Interests
    • History
Follow US
Ketika Istirahat Terasa seperti Kesalahan

Beranda – Istirahat – Ketika Istirahat Terasa seperti Kesalahan: Mengapa Kita Sulit Memberi Jeda pada Diri Sendiri

ArtikelInformasi

Ketika Istirahat Terasa seperti Kesalahan: Mengapa Kita Sulit Memberi Jeda pada Diri Sendiri

Salsabila Humairo Azzahro
Salsabila Humairo Azzahro
Share
Ketika Istirahat Terasa seperti Kesalahan
SHARE

Suara Online –  Di tengah budaya serba cepat dan tuntutan untuk selalu produktif, istirahat sering kali terasa seperti sebuah kesalahan. 

Banyak orang merasa bersalah ketika berhenti sejenak, seolah waktu yang digunakan untuk diam adalah waktu yang terbuang. Padahal, tubuh dan pikiran memiliki batas yang tidak bisa terus dipaksa.

Perasaan bersalah saat istirahat biasanya muncul karena standar sukses yang keliru. Kita terbiasa mengukur nilai diri dari seberapa sibuk dan seberapa banyak yang dihasilkan. 

Akibatnya, ketika tidak melakukan apa-apa, muncul pikiran bahwa kita malas, tertinggal, atau tidak cukup berjuang. Pola pikir inilah yang perlahan mengikis kesehatan mental.

Istirahat juga sering disalahartikan sebagai bentuk menyerah. Padahal, istirahat bukan berarti berhenti selamanya, melainkan memberi ruang untuk memulihkan energi. 

Tanpa istirahat yang cukup, fokus menurun, emosi lebih mudah meledak, dan produktivitas justru semakin rendah. Ironisnya, semakin lelah seseorang, semakin ia memaksa diri untuk terus berjalan.

Selain itu, pengaruh media sosial turut memperparah kondisi ini. Kita melihat orang lain seolah selalu aktif, bekerja tanpa henti, dan tetap terlihat baik-baik saja.

Perbandingan ini membuat istirahat terasa tidak pantas, seakan kita satu-satunya yang tertinggal. Padahal, apa yang terlihat di layar tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya.

Belajar memaknai istirahat sebagai kebutuhan, bukan kesalahan, adalah langkah penting untuk hidup lebih seimbang. 

Istirahat memberi kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk pulih, mengevaluasi arah, dan kembali dengan energi yang lebih sehat. 

Dengan begitu, kita tidak hanya bergerak lebih jauh, tetapi juga lebih bertahan lama dalam menjalani kehidupan.

Baca Juga : Membangun Sistem Hidup yang Realistis agar Tidak Mudah Lelah dan Kehilangan Arah

TAGGED: Istirahat, Self Improvemenr, Self Improvement
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified Blog

Seedbacklink

Rumah Anak Surga

Hotel Karantina Qur’an

Rental Motor Semarang

You Might Also Like

Relasi yang Bertumbuh Seiring Perkembangan Diri dan Kedewasaan Emosional
ArtikelInformasi

Relasi yang Bertumbuh Seiring Perkembangan Diri dan Kedewasaan Emosional

2 Min Read
Mencintai Orang Lain Tanpa Kehilangan Diri Sendiri dalam Hubungan yang Sehat
ArtikelInformasi

Mencintai Orang Lain Tanpa Kehilangan Diri Sendiri dalam Hubungan yang Sehat

2 Min Read
Pentingnya Jeda dalam Kehidupan yang Serba Cepat dan Penuh Tuntutan
ArtikelInformasi

Pentingnya Jeda dalam Kehidupan yang Serba Cepat dan Penuh Tuntutan

2 Min Read
Membangun Sistem Hidup yang Realistis agar Tidak Mudah Lelah dan Kehilangan Arah
ArtikelInformasi

Membangun Sistem Hidup yang Realistis agar Tidak Mudah Lelah dan Kehilangan Arah

2 Min Read
Suara Online

Suaraonline.com : The voice of netizen

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy Police
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?