Suaraonline.com – Pernahkah saat scroll sosial media di berandamu muncul iklan berdurasi kurang lebih tiga puluh detik? Dibalik video itu merupakan hasil dari pemikiran kreatif seorang ads content creator, yang menjadi garda terdepan menciptakan konsep video iklan.
Dalam dunia periklanan digital, profesi ads content creator bisa dikatakan sebagai ujung tombak awal dunia periklanan. Namun, sayangnya profesi ini masih dianggap sebelah mata lantaran belum banyak orang yang mengenalnya dan menganggapnya hanya “orang yang bertugas membuat teks iklan”.
Apa Itu Ads Content Creator?
Secara sederhana, ads creator merupakan orang yang bertugas memastikan iklan yang akan digunakan untuk campaign tersedia dengan baik. Proses kerja mulai dari membuat teks copywriting, menyiapkan voice over, menjadi talent hingga memastikan hasil editing video sesuai dengan konsep yang ada.
Berbeda dengan content creator yang biasanya lebih terfokus ke konten yang membangun personal branding, ads content creator membuat konten dengan fokus utama yaitu persuasif dengan durasi singkat yang terdiri dari hook, isi dan CTA.
Dalam praktiknya, ads creator adalah pihak yang merancang bagaimana sebuah produk atau jasa dikomunikasikan melalui iklan digital agar mampu menarik perhatian dalam waktu singkat. Profesi ini muncul seiring perubahan perilaku audiens yang lebih responsif terhadap konten visual singkat dibandingkan iklan konvensional yang panjang dan kaku.
Berbeda dengan iklan tradisional yang bertumpu pada pengulangan pesan, iklan digital menuntut pendekatan yang lebih personal dan relevan. Ads content creator tidak hanya dituntut kreatif, tetapi juga memahami platform yang digunakan, mulai dari karakter audiens TikTok, Instagram, hingga Facebook Ads. Kesalahan memahami konteks platform bisa membuat iklan gagal menjangkau target yang tepat.
Di sinilah peran ads content creator menjadi krusial. Mereka bertugas menerjemahkan tujuan brand ke dalam bentuk konten yang komunikatif, singkat, dan persuasif. Setiap elemen iklan, mulai dari visual awal, pemilihan kata, hingga gaya penyampaian disusun berdasarkan strategi, bukan sekadar selera.
Jadi, itulah mengenai ads content creator yang jarang orang ketahui. Gimana, kamu tertarik mendalami profesi ini?
Baca Juga: Overthinking: Penyebab dan Cara Menghentikannya
Penulis: Annisa Adelina Sumadillah.




