Suaraonline.com – Hidup terkadang banyak memberikan ketidakpastian dan penuh dengan teka-teki. Kesedihan dan kebahagiaan adalah hal yang pasti dalam hidup. Namun, ketika ada kesedihan beberapa orang dapat mengontrolnya dengan baik sehingga tidak berlarut-larut, dan prinsip ini disebut menerapkan lemonading mindset.
Lemonading mindset berasal dari pepatah terkenal, “when life gives you lemons, make lemonade.” Mindset ini fokus bagaimana cara mengendalikan hal negatif namun dapat diubah menjadi hal positif yang berupa kebahagiaan.
Lemonading Mindset dan Alasan Menerapkannya
Banyak penelitian yang menyebutkan jika seseorang yang menerapkan lemonading mindset dalam hidupnya maka segala masalah dan tantangan jauh lebih mudah dihadapi. Pola pikir ini membuat seseorang menyadari jika masalah bisa diubah dengan kebahagian dan bukan sebuah tantangan menyulitkan.
Pola pikir ini akan membuat seseorang fokus pada peluang yang ada bukan tantangan yang menyedihkan. Jika kesulitan dipandang pada perspektif yang lebih menarik, maka kesulitan tersebut justru tidak akan menjadi beban.
Berikut ini alasan mengapa seseorang harus menerapkan lemonading mindset dalam hidupnya:
1. Kesenangan Bisa Menjadi Kebahagiaan
Kesenangan dapat meningkatkan fleksibilitas kognitif yang dimana akan membuat seseorang jauh lebih mudah dalam menghadapi masalah. Mereka cenderung melihat ketidakpastian bukan sebagai ketakutan tapi peluang yang besar.
2. Kesenangan Dapat Memicu Kreativitas
Menerapkan lemonading mindset akan mendorong seseorang untuk meningkatkan kreativitasnya. Seseorang yang selalu merasa ada peluang akan terus bergerak aktif jika ada tantangan karena ia tidak takut beradaptasi dengan masalah.
3. Kesenangan Dapat Memperkuat Ketahanan Emosional
Alih-alih berlarut-larut dalam kesedihan, seseorang yang menerapkan lemonading mindset justru mendapatkan kebahagiaan dengan cara berbeda. Kesedihan itu justru menjadi sebuah cara untuk memperkuat ketahanan emosional diri sendiri.
Orang yang menerapkan prinsip pemikiran ini justru menerima kesedihannya sebagai sebuah pembelajaran baru. Bahkan, ia juga menjadikan kesedihan itu untuk membantu hidupnya tetap seimbang antara kesedihan dan kebahagiaan.
4. Kesenangan Dapat Meningkatkan Rasa Syukur
Lemonading mindset akan membuat seseorang jauh lebih mensyukuri hal-hal kecil yang ada. Pola pikir ini akan membuat kita bangkit dari kegagalan dan jauh lebih menerima kekurangan yang ada dalam diri.
Pada akhirnya, hal ini akan menyadarkan kita jika kebahagiaan itu tidak tergantung pada validasi orang lain maupun pencapaian yang besar.
5. Kesenangan Melatih Hidup Lebih Tangguh
Pola pikir lemonading akan membuat hidup seseorang jauh lebih tangguh dari sebelumnya. Mereka bukan berarti tidak memiliki rasa sedih, tapi mereka hanya meyakini jika kesedihan adalah bagian dari proses hidup.
Cara Menerapkan Lemonading Mindset
Menumbuhkan pola pikir lemonading bukan berarti harus mengabaikan kesedihan dan rasa sakit begitu saja. Tetapi bagaimana cara merespon rasa sakit dan kesedihan tersebut dengan hal yang positif.
Berikut ini cara menerapkan pola pikir lemonading yang bisa diikuti:
1. Gunakan Selera Humor
Untuk menerapkan pola pikir lemonading, maka mulailah dengan menyelipkan selera humor dalam kehidupan. Cara ini sangat berguna untuk membahagiakan diri sendiri tanpa perlu menunggu dari orang lain.
2. Jangan Berlarut dalam Kesedihan
Jika memiliki masalah, jangan pernah berlarut-larut dalam kesedihan. Kesedihan yang terus menerus akan membuat seseorang justru merasakan beban yang berat dalam hidupnya. Cobalah mencari kebahagiaan dengan menciptakannya dari diri sendiri.
3. Bertukar Pikiran dengan Orang Lain
Cobalah untuk bertukar pikiran dengan orang lain agar melihat berbagai hal dari sudut pandang yang berbeda. Ini dapat membantu kita dalam memahami setiap masalah yang ada sehingga akan membuat kita jauh lebih merasa tidak ada beban yang berat.
Itulah tadi pembahasan mengenai alasan harus menerapkan lemonading mindset dan cara menerapkannya. Pola pikir ini jika diamati lebih jauh akan sangat membantu kita dalam menjalani kehidupan.
Kehidupan yang kita anggap berat, sebenarnya dapat kita atasi dengan menjadikan segalanya terasa lebih mudah yaitu menerimanya dan berdamai pada keadaan supaya jauh lebih bahagia.
Baca Juga: Sifat Playing Victim dalam Pertemanan Toxic, Kenali 5 Ciri-cirinya dan Cara Menghadapinya!
Penulis: Suci Wulandari




