Suara Online
  • Beranda
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Subscribe
Suara OnlineSuara Online
Aa
Search
  • Pages
    • Home
    • Blog Index
    • Contact Us
    • Search Page
    • 404 Page
  • Categories
  • Personalized
    • My Saves
    • My Feed
    • My Interests
    • History
Follow US
Cara Memprioritaskan Diri Sendiri agar Tidak Terjebak Hopeless Romantic

Beranda – Cara Memprioritaskan Diri Sendiri dari Hopeless Romantic – Cara Memprioritaskan Diri Sendiri agar Tidak Terjebak Hopeless Romantic

ArtikelGaya Hidup

Cara Memprioritaskan Diri Sendiri agar Tidak Terjebak Hopeless Romantic

Annisa Adelina
Annisa Adelina
Share
SHARE

Suaraonline.com— Banyak orang tidak sadar bahwa sikap hopeless romantic sering kali berawal dari kebiasaan menomorsatukan perasaan orang lain dibanding diri sendiri. 

Cinta dijadikan pusat hidup, sementara kebutuhan pribadi justru terabaikan. Jika dibiarkan, kondisi ini membuat seseorang mudah berharap, mudah kecewa, dan sulit merasa cukup dalam hidupnya sendiri.

Cara Memprioritaskan Diri Sendiri dari Hopeless Romantic

Memprioritaskan diri sendiri bukan berarti egois atau menutup diri dari cinta. Justru, ini adalah langkah penting agar seseorang tidak terjebak dalam pola hopeless romantic yang melelahkan secara emosional. 

Ketika seseorang mengenal dan memenuhi kebutuhannya sendiri, cinta tidak lagi dijadikan satu-satunya sumber kebahagiaan.

Langkah awal yang bisa dilakukan adalah menyadari bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh ada atau tidaknya pasangan. 

Banyak orang terjebak hopeless romantic karena merasa hidupnya belum lengkap tanpa cinta romantis. Padahal, perasaan utuh dan cukup seharusnya lahir dari dalam diri, bukan dari validasi orang lain.

Selain itu, penting untuk mulai memberi ruang pada kehidupan pribadi. Mengembangkan hobi, fokus pada tujuan hidup, dan merawat relasi sosial di luar hubungan romantis membantu menyeimbangkan emosi. Dengan begitu, hidup tidak hanya berputar pada menunggu pesan, perhatian, atau kehadiran seseorang.

Memprioritaskan diri juga berarti belajar menetapkan batasan emosional. Tidak semua perhatian adalah cinta, dan tidak semua kedekatan harus ditafsirkan secara romantis. 

Kesadaran ini membantu seseorang berpijak pada realitas, bukan pada imajinasi yang sering muncul dalam pola hopeless romantic.

Terakhir, mencintai diri sendiri menjadi fondasi utama. Saat seseorang mampu merawat luka, menerima kekurangan, dan menghargai proses hidupnya, ia tidak lagi menjadikan orang lain sebagai pengisi kekosongan. 

Dari titik inilah cinta bisa hadir secara lebih sehat, tanpa ketergantungan berlebihan. Memprioritaskan diri sendiri bukan cara menjauhi cinta, melainkan cara agar cinta tidak menjadi sumber luka. 

Dengan keseimbangan yang tepat, seseorang dapat keluar dari jebakan hopeless romantic dan membangun hubungan yang lebih dewasa serta realistis.

Baca Juga: Teknik Pomodoro untuk Menyelesaikan Tugas Tanpa Stres

Editor: Annisa Adelina Sumadillah.

TAGGED: Cara Memprioritaskan Diri Sendiri dari Hopeless Romantic, hopeless romantic
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified Blog

Seedbacklink

Rumah Anak Surga

Hotel Karantina Qur’an

Rental Motor Semarang

You Might Also Like

Mengenal Fragile Masculinity: Ketika Pria Gagal Menjadi Pria Sejati dan Kenali 5 Ciri-cirinya!
Gaya Hidup

Mengenal Fragile Masculinity: Ketika Pria Gagal Menjadi Pria Sejati dan Kenali 5 Ciri-cirinya!

4 Min Read
Cara Mengontrol Ekspektasi Cinta agar Terhindar dari Hopeless Romantic
ArtikelGaya Hidup

Cara Mengontrol Ekspektasi Cinta agar Terhindar dari Hopeless Romantic

2 Min Read
Bahaya! Ternyata Ini Dampak Negatif Hopeless Romantic
ArtikelGaya Hidup

Bahaya! Ternyata Ini Dampak Negatif Hopeless Romantic

2 Min Read
Penyebab Hopeless Romantic: Hindari Sebelum Makin Parah!
ArtikelGaya Hidup

Penyebab Hopeless Romantic: Hindari Sebelum Makin Parah!

2 Min Read
Suara Online

Suaraonline.com : The voice of netizen

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy Police
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?