Suaraonline.com– Di tengah perubahan sosial dan meningkatnya kesadaran perempuan akan nilai dirinya, istilah perempuan mandiri kerap memunculkan respons beragam. Ada yang mengagumi, namun tidak sedikit pula pria yang justru merasa terancam.
Fenomena ini bukan semata soal relasi personal, melainkan berkaitan dengan ego, pola pikir, dan cara sebagian pria memaknai posisi dirinya dalam hubungan.
Alasan Pria Takut pada Perempuan Mandiri
Pertama, karena perempuan mandiri memiliki prinsip yang kuat dan kokoh. Ia tahu apa yang ia mau dan berani menyuarakannya. Dalam relasi, ini membuatnya tidak mudah dikendalikan atau disetir.
Bagi pria yang menginginkan dominasi mutlak, misalnya ingin pendapatnya selalu didengar tanpa boleh dikritik, sikap ini terasa mengganggu. Ketika seorang perempuan berani berbeda pendapat dan tidak tunduk pada ego pasangan, di situlah rasa takut itu muncul, karena kontrol yang diharapkan tidak lagi bekerja.
Kedua, perempuan mandiri tidak menggantungkan hidupnya sepenuhnya pada pria, baik secara emosional maupun finansial. Ia mampu berdiri dengan kakinya sendiri, mengelola perasaannya, dan memenuhi kebutuhannya.
Kondisi ini sering membuat sebagian pria merasa “tidak dibutuhkan”. Padahal yang terganggu bukanlah perannya, melainkan egonya. Ada pria yang merasa kelelakiannya hanya diakui jika perempuan sepenuhnya bergantung padanya.
Ketiga, perempuan mandiri tidak takut ditinggalkan, maupun meninggalkan. Karena terbiasa mengurus dirinya sendiri, ia tidak bertahan dalam hubungan yang tidak sehat hanya demi status atau rasa aman semu.
Ketika sebuah relasi dipenuhi manipulasi, sikap meremehkan, atau ego yang berlebihan, perempuan mandiri tidak ragu untuk pergi. Ketegasan inilah yang sering ditakuti, karena ia tidak bisa diancam dengan kehilangan.
Jadi, itulah beberapa alasan perempuan mandiri banyak ditakuti pria, terutama bagi pria yang ego yang belum matang. Karena relasi yang sehat tidak dibangun di atas ketergantungan, melainkan pada saling menghargai dua individu yang sama-sama utuh.
Baca Juga: Cara Melatih Pola Pikir Kritis: Coba Lakukan Cara Ini …
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.




