Suara Online
  • Beranda
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Subscribe
Suara OnlineSuara Online
Aa
Search
  • Pages
    • Home
    • Blog Index
    • Contact Us
    • Search Page
    • 404 Page
  • Categories
  • Personalized
    • My Saves
    • My Feed
    • My Interests
    • History
Follow US
Mengapa Kematian Dianggap Jalan Keluar Paling Mudah bagi Remaja

Beranda – Kematian – Mengapa Kematian Dianggap Jalan Keluar Paling Mudah bagi Remaja

ArtikelInformasi

Mengapa Kematian Dianggap Jalan Keluar Paling Mudah bagi Remaja

Salsabila Humairo Azzahro
Salsabila Humairo Azzahro
Share
Mengapa Kematian Dianggap Jalan Keluar Paling Mudah bagi Remaja
SHARE

Suara Online – Belakangan ini, kasus remaja yang mengakhiri hidupnya semakin sering diberitakan.  Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: mengapa kematian dianggap jalan keluar paling mudah bagi remaja?

Sebenarnya, tidak ada remaja yang benar-benar ingin mati. Yang mereka inginkan adalah berhenti dari rasa sakit, tekanan, dan kelelahan emosional yang terasa tidak tertahankan. 

Namun ketika masalah menumpuk tanpa solusi, sebagian dari mereka mulai melihat kematian sebagai satu-satunya cara untuk kabur.

Masa remaja adalah fase yang sangat rentan. Di usia ini, seseorang sedang mencari identitas diri, ingin diakui, sekaligus menghadapi tuntutan besar dari sekolah, keluarga, dan lingkungan pergaulan. 

Ketika semua tekanan itu datang bersamaan, kemampuan mengelola emosi sering kali belum cukup matang.

Sayangnya, banyak remaja merasa tidak punya tempat bercerita. Mereka takut dianggap lemah, takut dimarahi, atau merasa tidak ada yang benar-benar peduli.

Akibatnya, masalah hanya dipendam sendiri hingga akhirnya meledak dalam bentuk keputusasaan.

Peran media sosial juga tidak bisa diabaikan. Perbandingan hidup yang terus-menerus, komentar negatif, hingga perundungan daring membuat kondisi mental remaja semakin rapuh. 

Mereka melihat kehidupan orang lain tampak sempurna, sementara dirinya merasa paling gagal.

Di sisi lain, stigma terhadap kesehatan mental masih sangat kuat. Banyak orang menganggap depresi sebagai hal sepele atau kurang iman. Pola pikir seperti ini membuat remaja enggan mencari bantuan profesional.

Padahal, pikiran untuk mengakhiri hidup sering kali muncul karena seseorang merasa sendirian dan tidak punya pilihan lain. Jika ada dukungan yang tepat, sebagian besar kasus sebenarnya bisa dicegah.

Keluarga dan sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan ruang aman bagi remaja. Mendengarkan tanpa menghakimi, memberi dukungan emosional, serta peka terhadap perubahan perilaku adalah langkah awal yang sangat berarti.

Kematian bukanlah solusi dari masalah apa pun. Yang dibutuhkan remaja adalah pertolongan, pemahaman, dan pendampingan agar mereka tahu bahwa setiap kesulitan selalu bisa dicari jalan keluarnya.

Baca Juga : Tragedi Remaja Bandung: Saat Nyawa Terasa Murah dan Kematian Seolah Mudah Dibeli

TAGGED: Kematian, Kematian Remaja
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified Blog

Seedbacklink

Rumah Anak Surga

Hotel Karantina Qur’an

Rental Motor Semarang

You Might Also Like

5 Dosa Masyarakat Indonesia yang Sulit Dimaklumi
ArtikelInformasi

5 Dosa Masyarakat Indonesia yang Sulit Dimaklumi

3 Min Read
Tragedi Remaja Bandung: Saat Nyawa Terasa Murah dan Kematian Seolah Mudah Dibeli
ArtikelInformasi

Tragedi Remaja Bandung: Saat Nyawa Terasa Murah dan Kematian Seolah Mudah Dibeli

2 Min Read
Di Negeri Ini, Perempuan Boleh Sekolah Tinggi Asal Tak Terlihat Terlalu Maju
ArtikelBeritaopini

Di Negeri Ini, Perempuan Boleh Sekolah Tinggi Asal Tak Terlihat Terlalu Maju

2 Min Read
Gengsi Orang Tua Zaman Sekarang
ArtikelBeritaopini

Gengsi Orang Tua Zaman Sekarang: Tak Menikah Dicap Gagal, Hamil Duluan Dimaklumi

3 Min Read
Suara Online

Suaraonline.com : The voice of netizen

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy Police
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?