Suaraonline.com – Kita hidup di budaya yang dimana pria memiliki kekuasaan dan kedudukan yang harus lebih tinggi daripada wanita. Pria yang memiliki ambisi besar dianggap hebat, sedangkan ketika wanita yang berambisi pada mimpinya tidak didukung dan selalu ditempatkan dalam posisi yang rendah. Budaya patriarki inilah yang kian melekat hingga saat ini.
Fragile masculinity, salah satu dampak dari lahirnya budaya patriarki. Pria dituntut untuk selalu terlihat tangguh dan kuat, ketika menangis dianggap lemah. Sedangkan wanita dituntut tidak diperbolehkan terlalu mandiri agar tidak ada pria yang merasa takut ketika ingin mendekatinya.
Yuk kenali lebih lanjut mengenai fragile masculinity!
Definisi Fragile Masculinity
Fragile masculinity merupakan salah satu istilah yang merujuk pada pria ketika kehilangan jati dirinya sebagai seorang pria sejati. Mereka sering kali menganggap jika dirinya kurang maskulin atau kurang “laki”.
Hal ini bisa muncul karena standar kejantanan pria yang ditetapkan di lingkungan sekitarnya. Sejak dulu, pria selalu dianggap orang yang mandiri dan mampu mengatasi segala permasalahannya sendiri.
Jika pria tidak mampu memenuhi standar tersebut, maka ia merasa gagal dan kurang maskulin. Hal ini akhirnya berdampak pada pria yang kehilangan kepercayaan dirinya. Bahkan, lebih parahnya lagi juga bisa terbawa ketika sudah memiliki pasangan dan anak.
Ciri-ciri Seseorang Memiliki Fragile Masculinity
Seseorang yang memiliki fragile masculinity biasanya dapat terlihat dari kehidupan dan aktivitasnya sehari-hari. Berikut ini ciri-cirinya yang wajib dipahami!
1. Selalu Berusaha Menunjukkan Kelebihan
Seseorang yang memiliki gejala ini biasanya berusaha untuk selalu menunjukkan kelebihan pada dirinya dan menutupi kekurangannya. Tak jarang mereka sering membanggakan dirinya sendiri dan justru malah merendahkan pria lainnya.
2. Menolak Aktivitas Pekerjaan Feminin
Pria yang memiliki fragile masculinity juga biasanya menolak pekerjaannya yang sifatnya feminin atau seperti wanita. Oleh sebab itu, ketika melakukan pekerjaan dapur seperti memasak, membersihkan rumah, atau bahkan mengurus anak ia akan menolaknya.
3. Merasa Insecure
Pria yang memiliki gejala ini juga biasanya mudah sekali insecure terutama pada pasangannya yang lebih mandiri dan memiliki banyak pencapaian dalam hidupnya. Pria yang mempunyai fragile masculinity menginginkan jika setiap wanita bergantung padanya.
Wanita yang hidupnya terlalu mandiri akan menjadi sebuah ancaman baginya. Oleh sebab itu, pria dengan gejala ini tidak menyukai wanita yang mandiri karena akan merusak sisi maskulinnya dan semua peran akan diambil si wanita.
4. Sulit Mengakui Kekurangan
Seseorang yang memiliki fragile masculinity sangat sulit mengakui kekurangan yang ada dalam dirinya, ia akan cenderung menghindar ketika ada yang bertanya mengenai kelemahan yang dimiliki.
Ia merasa jika kekurangannya disebarkan, maka dapat merusak citra maskulin yang ada di dalam dirinya. Tak hanya itu, orang yang mempunyai gejala ini juga sering diberikan julukan orang yang anti kritik.
5. Mudah Cemburu
Ketika pasangannya berinteraksi dengan lawan jenis, maka akan membuatnya sangat cemburu dan tidak menyukainya. Ia akan selalu mendoktrin wanita untuk selalu bergantung padanya.
Karena kepercayaan dirinya yang rendah, ia akan mudah putus asa dan cemburu ketika pasangannya tidak lagi mengandalkan dirinya dalam segala hal.
Itulah tadi pembahasan mengenai definisi dan juga ciri-ciri seseorang yang memiliki fragile masculinity. Tanpa kita sadari, ciri-ciri tersebut bisa saja terjadi pada diri kita sendiri maupun pasangan. Ketika dihadapkan dalam kondisi seperti itu, hendaklah kita bisa segera bertindak mengambil sikap.
Meskipun terlihat sepele, fragile masculinity bukanlah hal yang bisa diremehkan begitu saja. Seseorang harus memiliki pendirian kuat, mandiri, dan juga bersikap bagi kepada setiap manusia agar tercipta lingkungan yang harmonis dan seimbang.
Baca Juga: Spiritual Bypassing: Fenomena Lari dari Masalah Menggunakan Agama dan Kenali 4 Tanda-tandanya!
Penulis: Suci Wulandari




