Suara Online
  • Beranda
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Subscribe
Suara OnlineSuara Online
Aa
Search
  • Pages
    • Home
    • Blog Index
    • Contact Us
    • Search Page
    • 404 Page
  • Categories
  • Personalized
    • My Saves
    • My Feed
    • My Interests
    • History
Follow US
Menjadi Pribadi Baik Tanpa Harus Terus Mengalah: Belajar Menjaga Diri di Tengah Tuntutan Sosial

Beranda – Pribadi Baik – Menjadi Pribadi Baik Tanpa Harus Terus Mengalah: Belajar Menjaga Diri di Tengah Tuntutan Sosial

ArtikelInformasi

Menjadi Pribadi Baik Tanpa Harus Terus Mengalah: Belajar Menjaga Diri di Tengah Tuntutan Sosial

Salsabila Humairo Azzahro
Salsabila Humairo Azzahro
Share
Menjadi Pribadi Baik Tanpa Harus Terus Mengalah: Belajar Menjaga Diri di Tengah Tuntutan Sosial
SHARE

Suara Online – Menjadi pribadi yang baik sering kali dimaknai sebagai sosok yang selalu mengalah, menuruti keinginan orang lain, dan mengesampingkan kepentingan diri sendiri. 

Dalam kehidupan sosial, sikap ini kerap dianggap sebagai bentuk kedewasaan dan empati. Namun, benarkah menjadi baik harus selalu mengorbankan diri?

Pada kenyataannya, terus-menerus mengalah justru dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan mental. 

Seseorang yang terlalu sering menekan perasaan sendiri demi menyenangkan orang lain berisiko mengalami kelelahan emosional, rasa tidak dihargai, hingga kehilangan jati diri. 

Kebaikan yang tidak disertai batasan yang jelas dapat berubah menjadi beban.

Menjadi pribadi baik sejatinya bukan soal seberapa sering kita mengalah, melainkan seberapa mampu kita bersikap adil baik kepada orang lain maupun kepada diri sendiri. 

Bersikap baik berarti mampu berkata jujur tentang apa yang dirasakan, menyampaikan pendapat dengan sopan, serta menetapkan batasan yang sehat dalam hubungan sosial.

Mengalah memang diperlukan dalam situasi tertentu, terutama untuk menjaga harmoni dan menghindari konflik yang tidak perlu. 

Namun, ketika mengalah dilakukan secara terus-menerus tanpa mempertimbangkan kondisi diri, hal tersebut bukan lagi bentuk kebaikan, melainkan pengabaian terhadap kebutuhan pribadi.

Belajar mengatakan “tidak” bukan berarti egois. Sebaliknya, itu adalah bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri. 

Dengan mengenali batas kemampuan dan kenyamanan, seseorang justru dapat membangun relasi yang lebih sehat dan saling menghargai. 

Orang lain pun akan belajar menghormati sikap tegas yang disampaikan dengan cara yang baik.

Menjadi pribadi baik tanpa selalu mengalah adalah proses yang membutuhkan kesadaran dan keberanian. 

Keberanian untuk jujur pada diri sendiri, menyuarakan kebutuhan, serta menerima bahwa tidak semua orang harus selalu sepakat dengan kita. 

Dalam keseimbangan itulah, kebaikan yang utuh dapat tumbuh bukan kebaikan yang melelahkan, tetapi kebaikan yang menenangkan.

Baca Juga : Belajar Mengatakan “Tidak” tanpa Rasa Bersalah demi Menjaga Kesehatan Mental

TAGGED: Pribadi Baik
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified Blog

Seedbacklink

Rumah Anak Surga

Hotel Karantina Qur’an

Rental Motor Semarang

You Might Also Like

Ingin Ketagihan Belajar? Inilah 10 Tips Mengasah Otak Supaya Belajar Lebih Menyenangkan!
Informasi

Ingin Ketagihan Belajar? Inilah 10 Tips Mengasah Otak Supaya Belajar Lebih Menyenangkan!

4 Min Read
Masa Depan Pendidikan: Peran AI sebagai Asisten Belajar
ArtikelInformasi

Masa Depan Pendidikan: Peran AI sebagai Asisten Belajar

2 Min Read
Penyebab Emotional Intelligence Rendah
ArtikelGaya Hidup

Penyebab Emotional Intelligence Rendah

3 Min Read
5 Hobi yang Membuat Otak Menjadi Tajam, Lakukan Ini Bila Kamu Bosan
ArtikelGaya HidupInformasi

5 Hobi yang Membuat Otak Menjadi Tajam, Lakukan Ini Bila Kamu Bosan

2 Min Read
Suara Online

Suaraonline.com : The voice of netizen

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy Police
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?