“Belanja sekarang, bayar nanti.”

Kalimat itu pasti sudah tidak asing lagi. Hampir semua platform belanja online, aplikasi transportasi, hingga layanan perjalanan kini menawarkan fitur PayLater. Prosesnya pun sangat mudah. Tinggal beberapa kali klik, transaksi langsung selesai.

Banyak orang merasa PayLater adalah solusi karena bisa membantu saat belum memiliki uang tunai. Namun, tidak sedikit pula yang mengaku justru mulai kesulitan mengatur keuangan setelah terlalu sering menggunakannya. Jadi, sebenarnya PayLater ini membantu atau malah bikin masalah?

Kenapa PayLater Semakin Banyak Digunakan?

Salah satu alasan utamanya tentu karena praktis. Saat ada kebutuhan yang tidak bisa ditunda, PayLater bisa menjadi penyelamat.

Bayangkan laptop yang digunakan untuk bekerja tiba-tiba rusak di pertengahan bulan. Atau ada anggota keluarga yang harus segera dijenguk ke luar kota sementara gaji masih beberapa hari lagi. Dalam kondisi seperti itu, PayLater bisa menjadi jalan keluar tanpa harus meminjam uang ke orang lain.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), layanan Buy Now, Pay Later merupakan salah satu bentuk pembiayaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat selama digunakan secara bijak dan disesuaikan dengan kemampuan membayar.

Selain itu, sistem cicilan juga membuat pengeluaran terasa lebih ringan karena tidak harus dibayar sekaligus. Selama sudah diperhitungkan sejak awal, fitur ini memang bisa membantu mengatur arus kas bulanan.

Masalahnya, Godaan Belanja Jadi Makin Besar

Di sisi lain, kemudahan inilah yang sering menjadi awal munculnya masalah.

Pernah membuka aplikasi belanja hanya untuk melihat-lihat, tetapi akhirnya checkout? Rasanya banyak orang pernah mengalaminya. Apalagi ketika muncul promo, voucher, atau tulisan “Bayar bulan depan”. Rasanya seperti tidak mengeluarkan uang sama sekali.

Padahal, semua transaksi itu tetap akan menjadi tagihan.

Dalam Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025, OJK kembali mengingatkan pentingnya literasi keuangan agar masyarakat mampu mengambil keputusan finansial secara bijak, termasuk saat menggunakan layanan kredit digital seperti PayLater.

Sedikit Demi Sedikit, Tagihan Mulai Menumpuk

Satu cicilan mungkin tidak terasa berat. Namun, ceritanya bisa berbeda ketika hampir setiap aplikasi memiliki fitur PayLater dan semuanya digunakan.

Hari ini membeli sepatu, minggu depan membeli skincare, bulan berikutnya membeli gadget. Nominalnya memang terlihat kecil jika dihitung satu per satu. Namun ketika seluruh tagihan datang di waktu yang sama, barulah terasa bahwa pengeluaran bulanan sudah jauh lebih besar dari perkiraan.

Belum lagi jika terlambat membayar. Biaya administrasi, bunga sesuai ketentuan penyedia layanan, hingga denda keterlambatan bisa membuat jumlah yang harus dibayar semakin bertambah.

Jadi, Perlukah Takut Menggunakan PayLater?

Sebenarnya tidak.

PayLater bukanlah musuh. Fitur ini juga bukan sesuatu yang harus dihindari sepenuhnya. Selama digunakan untuk kebutuhan yang memang penting, bukan sekadar memenuhi keinginan sesaat, PayLater bisa menjadi alat yang membantu.

Yang perlu diwaspadai justru kebiasaan menganggap PayLater sebagai “uang tambahan”. Padahal, uang tersebut tetap harus dikembalikan. Semakin sering digunakan tanpa perhitungan, semakin besar pula risiko tagihan yang harus ditanggung di kemudian hari.

Kesimpulan

PayLater pada dasarnya hanyalah sebuah alat. Mau menjadi solusi atau jebakan, semuanya bergantung pada cara seseorang menggunakannya.

Kalau dipakai dengan perhitungan yang matang, fitur ini bisa membantu saat kondisi mendesak. Namun jika setiap diskon langsung membuat tangan gatal untuk checkout, bukan tidak mungkin PayLater justru menjadi sumber masalah keuangan.

Jadi, sebelum menekan tombol “Bayar dengan PayLater”, mungkin ada satu pertanyaan sederhana yang perlu dijawab lebih dulu: “Ini memang benar-benar dibutuhkan, atau cuma ingin?” Kadang, jawaban dari pertanyaan itu sudah cukup untuk menyelamatkan isi dompet di akhir bulan.

Baca Juga: BAHAYA! Inilah 4 Risiko Penggunaan Paylater

Editor: Nazila Isfa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *