Blora, 6 April 2026 — Pemerintah Kabupaten Blora memastikan distribusi mushaf Al-Qur’an gratis kepada masyarakat dilakukan secara merata ke seluruh wilayah. Hal ini dilakukan melalui skema penyaluran berbasis kecamatan dengan melibatkan berbagai pihak agar bantuan tepat sasaran.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Blora dan Yayasan Al-Fatihah, dengan total bantuan sebanyak 16.000 mushaf Al-Qur’an yang akan didistribusikan secara bertahap ke masjid dan musala di seluruh Kabupaten Blora.
Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa pemerataan menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program ini agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaatnya.
“Kami ingin distribusi ini benar-benar merata, tidak hanya terpusat di wilayah tertentu. Karena itu, penyalurannya kami atur melalui masing-masing kecamatan agar bisa menjangkau masjid dan musala di seluruh wilayah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengawalan dalam proses distribusi agar berjalan optimal dan sesuai sasaran.
“Kami melibatkan camat dan Kemenag untuk memastikan bantuan ini sampai kepada yang membutuhkan dan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Pembina Yayasan Al-Fatihah, H. Bambang Eko Purnomo, menyampaikan bahwa pemerataan distribusi menjadi salah satu prinsip dalam program penyaluran Al-Qur’an yang dilakukan yayasan.
“Kami ingin mushaf ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat seluas-luasnya. Karena itu, distribusinya memang diarahkan agar menjangkau berbagai wilayah, termasuk daerah yang membutuhkan,” katanya.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pertemuan Sekretariat Daerah Blora tersebut juga diisi dengan penyerahan simbolis mushaf Al-Qur’an dari Yayasan Al-Fatihah kepada Bupati Blora, serta dihadiri oleh Wakil Bupati, para camat se-Kabupaten Blora, jajaran pemerintah daerah, dan perwakilan Kementerian Agama.
Melalui program ini, Pemkab Blora berharap distribusi mushaf Al-Qur’an dapat berjalan merata dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan literasi keagamaan serta memperkuat nilai-nilai religius di tengah kehidupan sosial.




