Suara Online, Semarang – Mengutip informasi yang diunggah akun Instagram infokejadian_genuk, proses pengerukan sedimen di saluran Kali Tenggang, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, telah mulai dilakukan sejak Senin (16/01/2026).
Pengerjaan berlangsung di sepanjang ruas Jalan Padi Raya hingga kawasan Kaligawe sebagai langkah mengurangi risiko banjir saat musim hujan.
Upaya normalisasi ini mendapat respons positif dari masyarakat yang selama ini kerap terdampak genangan air setiap kali hujan deras turun.
Meski demikian, warga berharap langkah pemerintah tersebut juga diiringi dengan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar aliran sungai.
Banyak pihak menilai, pengerukan sedimen tidak akan efektif dalam jangka panjang apabila kebiasaan membuang sampah sembarangan ke sungai masih terus terjadi.
Limbah rumah tangga, plastik, hingga material lain yang dibuang ke saluran air justru berpotensi membuat aliran kembali tersumbat.
Karena itu, masyarakat menilai diperlukan kerja sama nyata antara pemerintah dan warga.
Pemerintah diharapkan terus melakukan perawatan dan pengawasan, sementara masyarakat ikut berperan aktif dengan tidak membuang limbah ke sungai serta menjaga kebersihan drainase di lingkungan masing-masing.
Selain langkah teknis, edukasi kepada warga mengenai dampak sampah terhadap banjir juga dianggap penting.
Tanpa perubahan perilaku, normalisasi sungai dikhawatirkan hanya menjadi solusi sementara.
Pengerukan Kali Tenggang yang sedang berlangsung saat ini diharapkan menjadi awal dari penanganan banjir yang lebih serius dan terencana. Namun keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi semua pihak.
Dengan curah hujan yang masih cukup tinggi, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar persoalan banjir di kawasan Genuk tidak terus terulang setiap tahun.
Baca Juga : Pengerukan Sedimen di Kali Tenggang, Harapan Baru Kurangi Genangan di Kawasan Genuk




