Suaraonline.com – Jarang sekali masyarakat Indonesia menjadikan jalan kaki sebagai pilihan saat hendak pergi ke suatu tempat yang dekat. Bahkan, tidak sedikit yang lebih memilih mengendarai motor hanya untuk pergi ke warung yang jaraknya sangat dekat dari rumahnya.
Padahal, jalan kaki merupakan aktivitas yang menyehatkan tubuh sekaligus ramah lingkungan. Negara-negara maju seperti Jepang menjadikan jalan kaki sebagai aktivitas yang akrab dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya.
Trotoar di negara tersebut dipenuhi pejalan kaki yang berjalan sendirian atau bersama teman. Kondisi ini sangat berbeda dengan Indonesia. Trotoar seolah kehilangan ruhnya. Pejalan kaki jarang terlihat, sehingga trotoar justru kerap digunakan pengendara motor yang ingin menghindari kemacetan atau pedagang kaki lima yang mencari area ramai.
Lebih dari itu, karena jarangnya melihat pejalan kaki di trotoar, banyak orang yang berjalan kaki merasa risih dengan tatapan pengendara yang seolah merasa kasihan melihat mereka menikmati aktivitas tersebut.
Tidak jarang ada yang menawarkan tumpangan karena merasa iba. Niatnya memang baik, tetapi tidak semua orang ingin menerima tawaran dari orang asing, bukan? Dan lebih lagi harus basa-basi saat menolak, itu benar-benar melelahkan dari aktivitas jalan kaki.
Mirisnya, hal ini menjadi salah satu penyebab jalan kaki di Indonesia tidak disukai banyak orang dikarenakan pandangan masyarakat sendiri yang menilai pejalan kaki sebagai “orang yang patut dikasihani” karena tidak memiliki kendaraan atau dianggap tidak bisa sampai ke tempat tujuan dengan cepat.
Selain itu, fasilitas jalan di kota-kota yang belum sepenuhnya ramah pejalan kaki juga menjadi penyebab lain. Orang-orang enggan berjalan kaki karena merasa tidak aman. Bahu jalan sering dikuasai pengendara motor, sementara trotoar tidak terawat atau tidak nyaman digunakan.
Faktor berikutnya, banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami manfaat berjalan kaki. Mereka hanya memandangnya sebagai aktivitas fisik yang melelahkan, tanpa menyadari bahwa kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu melancarkan metabolisme tubuh, membuat tidur lebih nyenyak, dan memberikan berbagai manfaat kesehatan lainnya.
Dengan menyediakan fasilitas yang memadai bagi pejalan kaki serta membangun citra dan sudut pandang baru tentang aktivitas berjalan kaki, bukan tidak mungkin Indonesia dapat menjadi negara yang lebih ramah bagi pejalan kaki, sebagaimana negara-negara maju lainnya.
Baca Juga: Drama Lampu Sein Emak-emak di Jalan Raya, Mau Sampai Kapan Dimaklumi?
Penulis: Annisa Adelina Sumadillah.




