Suaraonline.com – Masalah kerap datang tanpa aba-aba. Mulai dari persoalan kecil yang mengganggu pikiran hingga masalah besar yang menguji emosi dan logika.
Di sinilah kemampuan problem solving sering dianggap sebagai kunci agar hidup terasa lebih stabil dan terarah.
Alasan Problem Solving Menjaga Hidup Stabil
Manusia hidup pasti punya masalah, bahkan sejak awal kelahirannya. Bayi yang baru lahir pun sudah menghadapi masalah, ia tidak bisa berbicara, tidak mampu menyampaikan keinginan dengan kata-kata, dan hanya bisa menangis untuk memberi tahu bahwa ia lapar, tidak nyaman, atau butuh perhatian.
Artinya, masalah adalah bagian alami dari kehidupan manusia, bukan sesuatu yang bisa dihindari sepenuhnya.
Orang yang memiliki kemampuan problem solving yang baik biasanya tidak langsung panik saat dihadapkan pada situasi sulit atau masalah. Mereka cenderung lebih tenang karena terbiasa menganalisis keadaan sebelum bereaksi.
Ketika masalah muncul, alih-alih larut dalam emosi, mereka memilih untuk melakukan observasi, memahami akar persoalan, lalu mencari solusi yang paling memungkinkan. Sikap ini membuat tekanan mental berkurang, karena fokus tidak hanya pada masalah, tetapi juga pada jalan keluar yang realistis.
Kemampuan problem solving juga membantu seseorang mengambil keputusan dengan lebih rasional. Hidup memang tidak selalu berjalan sesuai rencana, namun dengan pola pikir yang terlatih untuk memecahkan masalah, setiap hambatan terasa lebih terkendali. Ketidakpastian tidak lagi dianggap sebagai ancaman besar, melainkan tantangan yang bisa dihadapi langkah demi langkah.
Hidup yang stabil adalah hidup yang tetap berjalan meski masalah datang silih berganti. Dengan problem solving yang baik, seseorang mampu menjaga ketenangan batin, mengelola emosi, dan tetap berdiri tegak di tengah situasi yang tidak ideal.
Baca Juga: 4 Tips Jitu Manajemen Stres untuk Pikiran Lebih Tenang
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.




