Suaraonline.com – Psikosomatis merupakan kondisi dimana seseorang mengalami masalah psikis namun justru berubah menjadi penyakit fisik yang justru membahayakan. Penyakit ini bisa sangat membahayakan jika seseorang stres, cemas, dan juga trauma secara berlebihan.
Oleh sebab itu, tak jarang banyak seseorang yang mengalami masalah mental atau psikisnya namun juga mempengaruhi kesehatan tubuhnya. Tak jarang mereka juga berat fisiknya mengalami penurunan drastis, tidak nafsu makan, tidak mau bersosialisasi atau cenderung mengurung diri, dan parahnya bisa sampai ke tahap bunuh diri.
Penyebab Psikosomatis
Ada berbagai macam penyebab seseorang mengalami psikosomatis yaitu:
1. Gaya Hidup yang Kacau
Seseorang yang memiliki gaya hidup kacau akan mudah mengalami psikosomatis. Tak jarang, orang yang memiliki penyakit ini sulit memprioritaskan keadaan, dan kesulitan dalam mengendalikan emosi diri.
2. Sulit Mengekspresikan Emosi
Tak jarang, orang yang mengalami psikosomatis juga awalnya berasal dari seseorang yang sulit mengekspresikan emosinya. Hal ini bisa saja terjadi karena trauma di masa kecil yang tidak diberikan kesempatan untuk meluapkan perasaan emosional.
3. Mengkonsumsi Obat-obatan Terlarang
Psikosomatis juga terjadi karena seseorang mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Tak jarang seseorang yang mengalami depresi berat melakukan hal ini. Oleh sebab itu, bukan hanya merusak kondisi psikisnya tetapi juga fisiknya.
Cara Mencegah Psikosomatis
Psikosomatis merupakan gejala yang wajib diwaspadai. Berikut ini cara mencegahnya:
1. Cognitive Behavioral Therapy (CBT)
Cognitive Behavioral Therapy (CBT) merupakan sebuah terapi dari seorang ahli atau dokter. Terapi ini adalah jenis terapi yang paling umum dan mudah dilakukan. Setelah berkonsultasi dengan ahlinya, maka pasien bisa mengikuti tahap selanjutnya secara mandiri.
Terapi ini sangat bermanfaat untuk mengubah pola pikir, memperbaiki sikap, dan mengendalikan tingkat emosi seseorang. Selain itu, terapi ini juga dapat diikuti oleh berbagai macam kalangan usia.
2. Melakukan Meditasi
Meditasi akan membantu seseorang meringankan gejala stres dan cemas berlebihan. Dengan melakukan meditasi, gejala seperti psikosomatis bisa dicegah karena pikiran dan tubuh mendapatkan energi yang lebih positif.
3. Journaling
Cobalah untuk journaling secara rutin dengan mencurahkan hati dan pikiran melalui tulisan. Journaling akan membantu seseorang dalam menentukan prioritas kegiatan yang akan dijalani dalam sehari-hari sehingga tetap akan membuatnya produktif tanpa berlebihan.
4. Hindari Konsumsi Alkohol, Rokok, dan Obat Terlarang
Jauhilah konsumsi alkohol, rokok, dan obat-obatan terlarang. Ketika sedang stres atau merasa pikiran penuh, cobalah untuk melakukan hal positif yang disukai supaya tidak melakukan pelarian ke hal yang negatif saat pikiran sedang kacau. Bukan hanya merusak pikiran, tetapi juga merusak tubuh secara perlahan.
5. Bersikap Realistis
Mulailah untuk bersikap realistis dalam melihat berbagai hal yang ada. Jangan menaruh ekspektasi yang berlebihan atau harapan kepada orang lain. Jika hal itu tidak sesuai dengan yang dibayangkan, maka tidak akan menyakiti diri sendiri.
6. Mulai Menerima Diri
Segala kekurangan yang ada di dalam diri bukanlah sebuah aib melainkan sebuah fitrah sebagai seorang manusia yang dimana itu adalah hal yang normal. Jangan pernah jadikan kekurangan sebagai sebuah kelemahan namun cobalah untuk bangkit dan membangun potensi yang ada.
7. Lebih Dekat dengan Tuhan
Meningkatkan nilai spiritual dalam diri merupakan salah satu cara dalam mencegah penyakit. Agama bisa menjadi sebuah tameng dan alasan bagi seseorang untuk takut melakukan hal-hal yang buruk.
Itulah tadi pembahasan mengenai penyebab dan cara mencegah psikosomatis. Pada dasarnya, setiap gejala penyakit ada obatnya. Namun alangkah baiknya sebelum mengalaminya, kita bisa mencegahnya terlebih dahulu.
Banyak kita jumpai jika penyakit fisik itu bisa terjadi karena penyakit psikis yang dimana seseorang mengalami pikiran dan beban berlebihan yang kemudian memicu kesehatan fisiknya juga ikut menurun.
Baca Juga: Fenomena Female Breadwinner: Saat Perempuan Menjadi Pencari Nafkah Utama dan 5 Faktor Penyebabnya!
Penulis: Suci Wulandari




