Suaraonline.com – Fase dewasa muda kerap datang dengan pertanyaan-pertanyaan besar yang tak selalu mudah dijawab. Karier yang terasa jalan di tempat, rencana hidup yang belum jelas, hingga tekanan sosial yang semakin kuat sering kali memicu sehingga terjadilah quarter life crisis tanpa permisi.
Kondisi ini umum dialami, namun tak sedikit yang merasa sendirian saat menghadapinya. Padahal, quarter life crisis bukan tanda kegagalan, melainkan sinyal bahwa seseorang sedang bertumbuh dan mencari arah hidup yang lebih bermakna.
Cara Menyikapi Quarter Life Crisis
Cara menyikapi quarter life crisis perlu dimulai dari kesadaran untuk tidak membiarkan diri tenggelam dalam pemikiran negatif.
Saat pikiran buruk membesar, kamu bisa mengalirkan energi negatif ke aktivitas positif seperti berjalan santai, membaca buku, atau merawat tanaman bisa membantu pikiran kembali lebih jernih. Langkah sederhana ini sering diremehkan, padahal sangat efektif menjaga kesehatan mental.
Kedua, ketakutan yang terasa besar sebaiknya dipecah menjadi langkah-langkah kecil. Banyak orang merasa terpuruk karena mimpi dan keinginan tampak terlalu tinggi untuk dicapai.
Dalam quarter life crisis, memecah target besar menjadi proses bertahap justru membuat segalanya terasa lebih mungkin dan realistis untuk dijalani.
Ketiga, berhenti membandingkan diri dengan orang lain menjadi kunci penting. Setiap orang memiliki garis waktu yang berbeda. Fokuslah pada pencapaianmu sendiri dan berhenti memperhatikan pencapaian orang lain jika itu hanya untuk membandingkan.
Pencapaian orang lain cukup menjadi motivasi saja, tidak lebih dari itu. Kamu harus mulai menikmati proses sendiri serta menghargai pencapaian sekecil apa pun yang akan membantu membangun rasa cukup.
Keempat, stop mencari validasi dari luar dan mulai belajar mencintai diri sendiri. Terus bergantung pada pengakuan orang lain hanya akan memperpanjang rasa kosong yang muncul saat quarter life crisis melanda.
Kelima, teruslah melangkah meski kekhawatiran hadir. Khawatir adalah hal wajar, namun seharusnya digunakan sebagai alat untuk bersiap, bukan alasan untuk berhenti. Dengan sikap ini, quarter life crisis dapat berubah menjadi fase refleksi yang menguatkan, bukan melemahkan.
Jadi, itulah beberapa cara menyikapi saat quarter life crisis yang tiba-tiba datang. Jika kamu merasa perasaan ini kian mengganggu, jangan ragu untuk meminta bantuan para ahli dibidangnya.
Baca Juga: Cara Mengatasi Rasa Tidak Cukup Baik dengan Evaluasi Diri yang Sehat
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.




