Belakangan ini, istilah real food semakin sering dibahas di media sosial. Sayangnya, masih banyak yang salah paham. Tidak sedikit yang mengira real food berarti makanan harus dikukus, direbus tanpa bumbu, atau bahkan tidak boleh digoreng sama sekali.
Padahal, anggapan itu kurang tepat.
Apa Itu Real Food?
Secara sederhana, real food adalah makanan yang masih utuh atau mengalami pengolahan seminimal mungkin sehingga kandungan gizinya tetap terjaga. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para ahli gizi juga menekankan bahwa pola makan sehat sebaiknya didominasi oleh makanan utuh atau minimally processed foods, seperti sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, telur, ikan, daging, susu, dan umbi-umbian.
Artinya, yang menjadi fokus bukanlah cara memasaknya, melainkan kualitas bahan makanannya.
Digoreng Tetap Bisa Jadi Real Food
Banyak orang menganggap ayam kukus adalah real food, sedangkan ayam goreng bukan. Padahal, tidak sesederhana itu.
Seekor ayam segar tetap termasuk real food, baik dimasak dengan cara direbus, dipanggang, ditumis, maupun digoreng. Yang perlu diperhatikan adalah jumlah minyak, garam, gula, atau tepung yang digunakan agar tetap seimbang.
Hal yang sama berlaku untuk telur, ikan, kentang, ubi, atau tempe. Selama bahan utamanya masih alami dan tidak mengalami pengolahan berlebihan, makanan tersebut tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat.
Jadi, Apa yang Sebaiknya Dibatasi?
Yang justru disarankan untuk dibatasi adalah makanan ultra-proses, yaitu makanan yang dibuat melalui proses industri dengan banyak tambahan gula, garam, lemak, pengawet, pewarna, pemanis, atau bahan tambahan lainnya.
Contohnya seperti minuman manis kemasan, mi instan, sosis dengan banyak aditif, keripik, biskuit, permen, hingga makanan siap saji tertentu. Konsumsi makanan jenis ini secara berlebihan dikaitkan dengan meningkatnya risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan berbagai penyakit kronis lainnya.
Jangan Terjebak Mitos
Real food bukan berarti harus makan hambar, tanpa minyak, atau selalu dikukus. Yang lebih penting adalah memilih bahan makanan yang berkualitas, memperbanyak makanan utuh, serta membatasi makanan yang terlalu banyak diproses.
Jadi, jika hari ini makan nasi, ayam yang dimasak sederhana, telur, tempe, sayur, dan buah, itu sudah termasuk pola makan yang mendekati konsep real food. Pada akhirnya, pola makan sehat bukan tentang mengikuti tren, tetapi tentang memilih makanan yang bergizi, seimbang, dan bisa dijalani secara konsisten.
Baca Juga: Kandungan Nutrisi Ubi Cilembu, Tren Makanan Sehat Masa Kini!










