Suara Online – Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh perubahan, banyak orang merasa cemas tanpa tahu penyebab pastinya.
Salah satu hal yang sering diremehkan, padahal sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental, adalah rutinitas.
Rutinitas bukan sekadar kebiasaan yang diulang setiap hari, melainkan fondasi yang memberi rasa aman dan stabilitas dalam hidup.
Rutinitas membantu otak mengenali pola yang familiar. Ketika seseorang memiliki jadwal yang relatif konsisten, tubuh dan pikiran tidak perlu terus-menerus beradaptasi dengan hal baru.
Inilah yang membuat rutinitas mampu menurunkan kecemasan dan memberi rasa tenang, terutama di masa sulit atau penuh ketidakpastian.
Bagi sebagian orang, rutinitas sering dianggap membosankan dan membatasi kebebasan.
Padahal, rutinitas justru menciptakan ruang aman untuk berkembang. Dengan adanya struktur dasar dalam hari-hari kita, energi mental bisa dialihkan untuk hal-hal yang lebih penting, seperti pengambilan keputusan, kreativitas, dan refleksi diri.
Rutinitas sederhana, seperti waktu bangun tidur yang konsisten, ritual pagi, atau kebiasaan menutup hari dengan refleksi singkat, dapat menjadi jangkar emosional.
Saat hidup terasa kacau, rutinitas menjadi pegangan yang membuat kita tetap merasa terkendali dan tidak sepenuhnya kehilangan arah.
Rutinitas juga membantu membangun kepercayaan pada diri sendiri. Ketika kita mampu menepati jadwal dan kebiasaan yang dibuat, muncul rasa aman karena tahu bahwa diri sendiri dapat diandalkan. Dari sinilah stabilitas emosional perlahan terbentuk.
Pada akhirnya, rutinitas bukan tentang hidup yang kaku, melainkan tentang menciptakan rasa aman agar kita lebih siap menghadapi perubahan. Dengan rutinitas yang sehat dan fleksibel, hidup terasa lebih tertata, tenang, dan bermakna.
Baca Juga : Berhenti Hidup Reaktif, Mulai Hidup dengan Kesadaran agar Lebih Tenang dan Terarah




