Suara Online,Jakarta – Sebuah video yang diunggah akun TikTok letor.25 ramai diperbincangkan warganet.
Dalam video tersebut, seorang siswa menyampaikan protes terhadap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterimanya selama bulan Ramadan.
Dalam tayangan itu, siswa tersebut memperlihatkan menu yang ia dapatkan, yang disebut hanya berupa donat dengan harga sekitar Rp1.000-an.
Selain itu, ia juga menunjukkan buah jeruk yang dinilai kurang segar serta kurma yang disebutnya dalam kondisi keras.
Ia pun menyampaikan kekecewaannya secara langsung di dalam video. Ungkapan tersebut kemudian viral dan memicu berbagai reaksi dari pengguna media sosial.
Sejumlah warganet menilai kualitas menu yang ditampilkan tidak sesuai dengan harapan program MBG yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi siswa.
Namun, ada pula yang mengingatkan bahwa kondisi di setiap daerah bisa berbeda tergantung penyedia dan distribusi di lapangan.
Perbincangan ini kembali menyoroti isu pemerataan pelaksanaan program MBG. Sebelumnya, beredar pula berbagai unggahan dari daerah lain yang memperlihatkan variasi menu berbeda-beda, baik dari segi kualitas maupun kelengkapan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai standar pelaksanaan dan pengawasan distribusi MBG di tiap wilayah.
Jika anggaran yang dialokasikan relatif sama, masyarakat menilai seharusnya kualitas dan kelayakan menu juga dapat merata.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai video yang beredar tersebut.
Namun, diskusi publik yang muncul menunjukkan perlunya evaluasi dan pengawasan berkala agar tujuan program dapat tercapai secara adil dan merata.
Program MBG sendiri digagas untuk mendukung pemenuhan gizi siswa. Karena itu, transparansi serta pengawasan distribusi dinilai menjadi kunci agar pelaksanaannya sesuai dengan harapan masyarakat.
Baca Juga :




