Suaraonline.com – Kamu pasti pernah ngalamin malam di mana niatnya cuma “sebentar scroll sosmed” atau “selesaiin satu tugas lagi”, tapi tiba-tiba jam udah lewat tengah malam. Kebiasaan seperti ini disebut sleep procrastination, yaitu menunda tidur tanpa alasan penting.
Meski kelihatan sepele, kebiasaan ini ternyata bisa bikin tubuh dan pikiran kamu terganggu. Banyak orang berpikir menunda tidur itu hal kecil, tapi nyatanya tubuh tetap butuh waktu istirahat yang cukup untuk pulihkan energi dan menjaga fokus serta konsentrasi.
Dampak Sleep Procrastination
Sleep procrastination biasanya muncul karena beberapa faktor. Bisa karena kebiasaan buruk, stres, atau susah mengontrol diri terhadap hiburan digital.
Misalnya, terlalu sering main gadget atau scroll TikTok sebelum tidur bikin otak tetap aktif, sehingga sulit untuk rileks. Akibatnya, pola tidur terganggu, dan besoknya kamu gampang ngantuk, mood gampang naik turun, serta produktivitas menurun.
Bahkan kalau kebiasaan ini terus berlangsung, risiko gangguan mood seperti depresi dan kecemasan meningkat.
Selain dampak mental, sleep procrastination juga memengaruhi kesehatan fisik. Kekurangan tidur bikin sistem imun melemah, konsentrasi menurun, dan risiko penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes meningkat. Yang paling terasa sehari-hari adalah tubuh gampang lelah, lesu, dan sulit fokus saat melakukan aktivitas rutin. Ironisnya, banyak orang baru sadar efek buruknya ketika sudah cukup parah.
Salah satu pemicu terbesar sleep procrastination adalah kebiasaan overthinking atau merasa “belum waktunya tidur”. Kamu mungkin berpikir kalau belum menyelesaikan satu artikel, belum balas chat, atau belum posting konten di sosmed, tidur terasa seperti membuang waktu.
Padahal, menunda tidur justru bikin semua aktivitas berikutnya kurang maksimal karena energi tubuh menurun. Kebiasaan ini juga sering muncul karena kesulitan membagi prioritas antara pekerjaan, hiburan, dan istirahat.
Untuk mengurangi kebiasaan ini, penting punya rutinitas tidur yang konsisten dan realistis. Tentukan jam tidur tetap setiap malam, kurangi penggunaan gadget minimal satu jam sebelum tidur, dan ciptakan lingkungan tidur yang nyaman serta tenang.
Catat juga kegiatan yang sering bikin kamu menunda tidur, lalu evaluasi prioritas harianmu. Dengan cara ini, kamu bisa mulai mengontrol kebiasaan menunda tidur tanpa merasa kehilangan produktivitas.
Sleep procrastination memang terlihat sepele, tapi efeknya bisa besar kalau dibiarkan. Mengatur waktu tidur sama pentingnya dengan menjaga pola makan dan olahraga.
Jadi, jangan anggap remeh kebiasaan menunda tidur, karena kesehatan kamu lebih berharga daripada satu scroll atau satu tugas tambahan. Mulai sekarang, prioritaskan tidur yang cukup supaya energi, fokus, dan mood kamu tetap optimal setiap hari.
Editor: Annisa Adelina Sumadillah




