Suara Online – Fenomena sound horeg kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Aktivitas ini yang melibatkan kendaraan dengan pengeras suara sangat keras menjadi hiburan bagi sebagian orang, tetapi juga menimbulkan keresahan karena volume suara yang dianggap mengganggu ketenangan lingkungan.
Kritik terhadap kebisingan wajar muncul dari warga yang merasa terganggu aktivitas sehari-hari.
Tidak sedikit netizen yang menyatakan bahwa suara keras bisa mengganggu fokus, istirahat, dan kenyamanan umum.
Ini adalah bagian dari diskusi sosial yang penting untuk mencari keseimbangan antara ekspresi budaya dan hak publik atas lingkungan yang tenang.
Sayangnya, perdebatan ini tidak jarang terbawa ke ranah yang berbahaya. Di kolom komentar media sosial, muncul narasi negatif yang mengaitkan fenomena kebisingan dengan identitas suku tertentu, terutama menyebut “Jawa” dalam konteks yang merendahkan.
Ada pula istilah-istilah yang tidak pantas seperti membandingkan kelompok tertentu dengan sebutan ofensif lainnya.
Pendekatan seperti ini justru tidak menyelesaikan masalah. Masalah sound horeg adalah soal perilaku dan etika bermasyarakat, bukan identitas etnis.
Menggeneralisasi satu kelompok berdasarkan perilaku beberapa orang hanya memperkuat stereotip dan memicu polarisasi sosial yang tidak sehat.
Dalam mengkritik fenomena sosial, penting untuk menjaga batas antara kritik konstruktif dan ujaran kebencian.
Kritik terhadap kebiasaan tertentu harus tetap fokus pada perilakunya, bukan pada identitas kelompok tertentu.
Menyasar ras atau suku bukan hanya tidak relevan dengan isu kebisingan, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik baru.
Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam merumuskan aturan batas kebisingan dan penegakan hukum.
Di samping itu, masyarakat juga perlu meningkatkan kesadaran akan dampak terhadap lingkungan.
Diskusi yang dewasa, tanpa sentimen negatif terhadap identitas suku, akan membantu menemukan solusi bersama tanpa merusak harmonisasi sosial.
Baca Juga : Epstein Files Terbongkar! Sebenarnya Skandal Apa yang Bikin Dunia Gempar?




