Suara Online
  • Beranda
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Subscribe
Suara OnlineSuara Online
Aa
Search
  • Pages
    • Home
    • Blog Index
    • Contact Us
    • Search Page
    • 404 Page
  • Categories
  • Personalized
    • My Saves
    • My Feed
    • My Interests
    • History
Follow US
Quarter Life Crisis: Tanda yang Dapat Merusak Kualitas Tidur

Beranda – quarter life crisis – Quarter Life Crisis: Tanda yang Dapat Merusak Kualitas Tidur

ArtikelGaya Hidup

Quarter Life Crisis: Tanda yang Dapat Merusak Kualitas Tidur

Annisa Adelina
Annisa Adelina
Share
SHARE

Suaraonline.com — Fenomena kegelisahan di usia 20–30 tahun semakin sering dibicarakan, terutama di tengah tekanan sosial dan ekonomi yang terus meningkat. Media sosial memperlihatkan standar hidup yang tinggi, sementara realitas tak selalu sejalan dengan harapan. 

Dalam kondisi seperti ini, quarter life crisis menjadi fase yang tak terhindarkan bagi banyak anak muda dan dampaknya kerap menjalar hingga ke hal paling dasar yaitu kualitas tidur.

Tanda Quarter Life Crisis Merusak Kualitas Tidur

Quarter life crisis sering ditandai dengan pikiran yang tak berhenti bekerja, terutama saat malam hari. Ketika tubuh lelah dan ingin beristirahat, justru kecemasan tentang masa depan, karir, dan pencapaian hidup muncul tanpa jeda. Kondisi ini membuat seseorang sulit terlelap atau sering terbangun di tengah malam.

Stres emosional akibat quarter life crisis juga memicu gangguan tidur seperti insomnia ringan hingga kronis. Rasa takut tertinggal dari teman sebaya atau perasaan gagal yang berulang menciptakan lingkaran overthinking yang menguras energi mental. Akibatnya, waktu tidur berkurang, tetapi kualitas istirahat pun menurun.

Selain itu, quarter life crisis sering mendorong pola hidup tidak sehat. Begadang, scrolling media sosial berlebihan, dan konsumsi kafein di malam hari menjadi pelarian yang justru memperparah gangguan tidur. Tanpa disadari, kebiasaan ini membuat tubuh kehilangan ritme alami dan sulit masuk ke fase tidur nyenyak.

Kurang tidur dalam jangka panjang dapat memperburuk kondisi emosional. Seseorang menjadi lebih mudah marah, sensitif, dan kehilangan fokus, sehingga jadi terasa semakin berat. Ini menciptakan siklus berulang antara stres dan gangguan tidur yang saling memperkuat.

Meski demikian, fase ini tidak selalu berakhir dengan kehancuran kualitas tidur. Dengan kesadaran akan kondisi diri, membatasi distraksi digital, dan belajar menerima proses hidup yang tidak instan, kualitas tidur perlahan bisa membaik. 

Menghadapi quarter life crisis dengan lebih tenang justru membantu tubuh dan pikiran menemukan kembali ritme istirahat yang sehat.

Baca Juga: Ghosting Digital vs Ghosting Nyata: Mana yang Lebih Menyakitkan?

Editor: Annisa Adelina Sumadillah.

TAGGED: quarter life crisis, Tanda Quarter Life Crisis Merusak Kualitas Tidurv
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified Blog

Seedbacklink

Rumah Anak Surga

Hotel Karantina Qur’an

Rental Motor Semarang

You Might Also Like

Hyperempathy Syndrome: Ketika Merasakan Empati dari Orang Lain Terlalu Dalam dan 5 Ciri-cirinya!
Gaya Hidup

Hyperempathy Syndrome: Ketika Merasakan Empati dari Orang Lain Terlalu Dalam dan 5 Ciri-cirinya!

4 Min Read
Proses yang Tidak Terlihat Lebih Penting daripada Hasil: Tentang Bertumbuh Diam-Diam tanpa Pengakuan
ArtikelInformasi

Proses yang Tidak Terlihat Lebih Penting daripada Hasil: Tentang Bertumbuh Diam-Diam tanpa Pengakuan

2 Min Read
Hidup Tidak Selalu Menanjak: Belajar Menerima Fase Stagnan sebagai Bagian dari Proses Bertumbuh
ArtikelInformasi

Hidup Tidak Selalu Menanjak: Belajar Menerima Fase Stagnan sebagai Bagian dari Proses Bertumbuh

2 Min Read
Mengapa Validasi Diri Lebih Penting daripada Terus Mencari Pengakuan Sosial
ArtikelInformasi

Mengapa Validasi Diri Lebih Penting daripada Terus Mencari Pengakuan Sosial

2 Min Read
Suara Online

Suaraonline.com : The voice of netizen

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy Police
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?