Suaraonline.com – Luka masa lalu sering kali datang tanpa permisi dan menetap lebih lama dari yang kita inginkan. Pengalaman pahit, kegagalan, kehilangan, atau pengkhianatan kerap membentuk cara seseorang memandang diri dan dunia.
Proses pulih justru menuntut keberanian untuk berdamai, bukan menghapus. Lantas bagaimana tips bangkit dari luka masa lalu yang utuh dan realistis?
Tips Bangkit dari Luka Masa Lalu
Pertama, tips bangkit dari luka masa lalu dimulai dari memaafkan. Memaafkan bukan berarti membenarkan perbuatan yang melukai, melainkan membebaskan diri dari beban emosi negatif yang terus mengikat.
Selama kemarahan dan dendam dipelihara, luka akan tetap terbuka. Dengan memaafkan, seseorang memberi ruang bagi dirinya sendiri untuk bernapas lebih lega dan melangkah tanpa terus diseret oleh peristiwa yang sudah berlalu.
Kedua, tips bangkit dari luka masa lalu tidak menuntut seseorang untuk melupakan masa lalu, melainkan menjadikannya sebagai sarana untuk bertumbuh.
Masa lalu adalah bagian dari perjalanan hidup yang membentuk ketahanan, empati, dan kedewasaan. Alih-alih menolak ingatan yang menyakitkan, seseorang bisa belajar melihatnya sebagai pelajaran. Dari sanalah muncul kesadaran baru tentang batas diri, pilihan hidup, dan nilai yang ingin dijaga ke depannya.
Ketiga, tips bangkit dari luka masa lalu berarti tidak membenci luka tersebut, tetapi berusaha menyembuhkannya.
Luka emosional yang dipendam terlalu lama bisa berdampak pada kesehatan mental. Mencari bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk keberanian.
Dengan pendampingan yang tepat, proses penyembuhan menjadi lebih terarah dan aman, sehingga luka tidak lagi mengendalikan hidup seseorang.
Proses sembuh dari luka masa lalu memang tidak instan, tetapi dengan langkah yang tepat, luka bisa berubah menjadi sumber kekuatan.
Jadi, itulah beberapa tips bangkit dari luka masa lalu. Semua ini bukan tentang menjadi pribadi tanpa luka, melainkan menjadi pribadi yang mampu hidup berdampingan dengan masa lalu tanpa tersakiti olehnya.
Baca Juga: 3 Pekerjaan yang Cocok untuk Orang Kepribadian INTJ
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.




