Suaraonline.com – Memasuki usia dua puluhan hingga awal tiga puluhan sering kali menjadi fase penuh tanda tanya. Banyak orang merasa tertinggal, bingung dengan arah hidup, bahkan meragukan kemampuan diri sendiri.
Kondisi yang kerap disebut quarter life crisis ini bukan hanya soal karier atau finansial, tetapi juga berkaitan erat dengan kepercayaan diri yang perlahan menurun akibat tekanan sosial dan ekspektasi sekitar.
Tips Membangkitkan Kepercayaan Diri
Tips membangkitkan kepercayaan diri setelah quarter life crisis, pertama dengan berhenti membandingkan proses hidup sendiri dengan pencapaian orang lain. Media sosial kerap menampilkan potongan terbaik kehidupan seseorang, bukan keseluruhan perjuangannya.
Ketika seseorang terus mengukur diri berdasarkan standar orang lain, rasa percaya diri akan semakin terkikis tanpa disadari.
Kedua, mulai dari mengenali ulang potensi diri. Banyak orang kehilangan rasa percaya diri bukan karena tidak mampu, tetapi karena lupa pada hal-hal yang pernah berhasil mereka lewati.
Mengingat dan menghargai kembali pencapaian kecil, kemampuan yang dimiliki, serta proses yang sudah dijalani dapat membantu membangun persepsi diri yang lebih sehat dan realistis.
Ketiga, beri ruang bagi diri sendiri untuk berkembang tanpa tekanan berlebihan. Quarter life crisis sering membuat seseorang merasa harus segera “berhasil”, padahal setiap orang memiliki garis waktunya masing-masing.
Dengan menetapkan target yang lebih masuk akal dan sesuai kondisi, perlahan kepercayaan diri akan tumbuh seiring tercapainya tujuan-tujuan kecil yang konsisten.
Keempat, cari lingkungan positif. Berada di sekitar orang-orang yang suportif dan tidak meremehkan proses akan sangat membantu pemulihan mental. Lingkungan yang sehat dapat menjadi cermin yang mengingatkan bahwa nilai diri seseorang tidak ditentukan oleh satu fase sulit dalam hidup.
Jadi, itulah tips membangkitkan kepercayaan diri setelah fase quarter life crisis. Fase ini ketika disikapi dengan kesadaran dan penerimaan, bisa menjadi titik awal untuk membangun kepercayaan diri yang lebih kuat, dewasa, dan berakar pada pemahaman diri yang utuh.
Baca Juga: Dampak Negatif Penggunaan AI Bagi Penulis Artikel
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.




