Suara Online
  • Beranda
  • Berita
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Subscribe
Suara OnlineSuara Online
Aa
Search
  • Pages
    • Blog Index
    • Contact Us
    • Search Page
    • 404 Page
  • Categories
  • Personalized
    • My Saves
    • My Feed
    • My Interests
    • History
Follow US
Sunk Cost Fallacy: Fenomena Seseorang Memaksakan Diri Tetap Bertahan Karena Sudah Terlanjur

Beranda – sunk cost fallacy – Sunk Cost Fallacy: Fenomena Seseorang Memaksakan Diri Tetap Bertahan Karena Sudah Terlanjur

Gaya HidupInformasi

Sunk Cost Fallacy: Fenomena Seseorang Memaksakan Diri Tetap Bertahan Karena Sudah Terlanjur

Suci Wulandari
Suci Wulandari
Share
SHARE

Suaraonline.com – Dalam hidup, kita tentu pernah mengambil keputusan besar dan kecil yang dimana terkadang ada beberapa keputusan yang kita ambil justru salah langkah. Posisi tersebut membuat kita terjebak dan pada akhirnya tetap melanjutkannya karena sudah terlanjur dilakukan.

Contents
Definisi Sunk Cost FallacyDampak Sunk Cost Fallacy1. Kerugian Finansial2. Hambatan Seseorang Berinovasi3. Membuang WaktuCara Mengatasi Sunk Cost Fallacy1. Melakukan Evaluasi2. Pisahkan Antara Logika dan Emosi3. Belajar dari Kesalahan4. Minta Bantuan dengan Seseorang5. Menerima Kehilangan

Sunk cost fallacy, salah satu fenomena yang membuat seseorang harus mengorbankan waktu, tenaga, dan uang untuk suatu hal yang bahkan sudah diketahui sebelumnya jika hal tersebut tidak menguntungkan sama sekali. 

Definisi Sunk Cost Fallacy

Lebih jelasnya, sunk cost fallacy merupakan kecenderungan seseorang untuk melakukan suatu hal yang sudah jelas itu tidak akan efektif. Kadang kalanya, seseorang dihadapkan dalam situasi sulit seperti sudah terlanjur memberikan semuanya namun justru hal tersebut tidak menguntungkan sama sekali namun tetap dilanjutkan.

Fenomena tersebut bisa terjadi pada seseorang karena merasa terlanjur dan sulit meninggalkan keadaan tersebut. 

Dampak Sunk Cost Fallacy

Fenomena ini dapat mempengaruhi segala aspek pada seseorang yang dimana meliputi:

1. Kerugian Finansial

Dalam aspek bisnis, fenomena ini bisa mempengaruhi penjualan hingga mengalami penurunan yang drastis.

2. Hambatan Seseorang Berinovasi

Tak hanya itu, fenomena ini juga menghambat seseorang untuk berinovasi karena lebih mempertahankan model lama sehingga mempengaruhi kreativitas seseorang.

3. Membuang Waktu

Jika seseorang menggunakan seluruh waktunya untuk hal yang sudah jelas tidak menguntungkan, maka orang tersebut sama saja dengan melakukan pemborosan waktu atau hanya buang-buang waktu saja.

Cara Mengatasi Sunk Cost Fallacy

Berikut ini cara yang mudah dilakukan untuk mengatasi sunk cost fallacy:

1. Melakukan Evaluasi

Sebelum menentukan suatu keputusan, cobalah bertanya untuk diri sendiri apakah keputusan tersebut telah dipertimbangkan dengan matang atau hanya untuk coba-coba semata.

2. Pisahkan Antara Logika dan Emosi

Cobalah untuk bersikap objektif dan rasional ketika membuat keputusan. Keputusan yang dibuat berdasarkan emosi akan membawa dampak yang buruk.

3. Belajar dari Kesalahan

Ketika di masa lalu pernah berbuat salah, maka cobalah untuk belajar dari kesalahan tersebut dan jangan mengulang bentuk kesalahan yang sama. 

4. Minta Bantuan dengan Seseorang

Tak jarang, dalam membuat suatu keputusan seseorang juga perlu dukungan dan saran dari orang lain. Orang lain cenderung akan memberikan sudut pandang yang berbeda sehingga kita mendapatkan gambaran dengan berbagai pertimbangan.

5. Menerima Kehilangan

Menerima kehilangan juga merupakan salah satu bentuk untuk mengatasi sunk cost fallacy pada seseorang. Jangan pernah menyamakan segala hal itu sama.Terkadang bentuk kehilangan merupakan salah satu pembelajaran yang sangat berarti.

Kehilangan sesuatu tidak selalu berarti gagal, jika memang harus kehilangan supaya tidak mengalami kerugian maka hal tersebut jauh lebih baik.

Itulah tadi pembahasan mengenai definisi, dampak, dan cara mengatasi sunk cost fallacy. Pada dasarnya, fenomena ini dapat terjadi kepada seseorang karena perasaan sudah terlanjur salah satunya dengan mengeluarkan biaya.

Jadi, jika seseorang sudah terjebak maka tidak ada pilihan lain yang bisa dilakukan selain dengan menerima dan tetap melakukannya meskipun sudah mengetahui jika hal tersebut tidak membawa keuntungan.

Baca Juga: Grey Divorce: Fenomena Perceraian Usia Senja dan 6 Faktor Penyebabnya!

Penulis: Suci Wulandari

TAGGED: sunk cost fallacy, dampak sunk cost fallacy, memaksakan diri
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Verified Blog

Seedbacklink

Rumah Anak Surga

Hotel Karantina Qur’an

Rental Motor Semarang

You Might Also Like

Sistem vs Goals: Mengapa Fokus pada Proses Lebih Efektif daripada Mengejar Target
Gaya HidupInformasi

Sistem vs Goals: Mengapa Fokus pada Proses Lebih Efektif daripada Mengejar Target

2 Min Read
Kenapa Catatan Harian Bisa Meningkatkan Produktivitas dan Membantu Fokus Sehari-hari
Informasi

Kenapa Catatan Harian Bisa Meningkatkan Produktivitas dan Membantu Fokus Sehari-hari

2 Min Read
Habit Stacking: Cara Menggabungkan Kebiasaan agar Lebih Konsisten dan Mudah Dilakukan
Gaya HidupInformasi

Habit Stacking: Cara Menggabungkan Kebiasaan agar Lebih Konsisten dan Mudah Dilakukan

2 Min Read
Weekend Reset: Rutinitas Mingguan agar Mental Lebih Fresh dan Siap Hadapi Pekan Baru
Gaya HidupInformasi

Weekend Reset: Rutinitas Mingguan agar Mental Lebih Fresh dan Siap Hadapi Pekan Baru

2 Min Read
Suara Online

Suaraonline.com : The voice of netizen

  • Tentang Kami
  • Sitemap
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Privacy Police
Welcome Back!

Sign in to your account


Lost your password?