Suara Online – Pelemahan rupiah terhadap dolar AS mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha. Kurs rupiah tercatat berada di atas Rp16.300 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, mengatakan fluktuasi kurs dapat memengaruhi biaya operasional perusahaan. “Industri yang bergantung pada impor bahan baku paling merasakan dampaknya,” ujarnya.
Menurut Shinta, sejumlah perusahaan mulai melakukan efisiensi untuk menjaga stabilitas produksi di tengah tekanan nilai tukar. Kondisi ini juga berpotensi memengaruhi harga jual barang kepada konsumen.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai pelemahan rupiah dipicu kombinasi faktor global dan domestik. “Pasar merespons kenaikan imbal hasil obligasi AS serta meningkatnya permintaan dolar,” katanya.
Bank Indonesia menegaskan akan terus menjaga stabilitas rupiah melalui berbagai instrumen moneter. Deputi Gubernur BI Juda Agung menyebut intervensi dilakukan secara terukur agar gejolak pasar tidak berlebihan.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah terus menjaga defisit anggaran dan stabilitas fiskal untuk memperkuat kepercayaan investor.
“Kondisi ekonomi Indonesia masih relatif baik dibanding sejumlah negara lain,” ujarnya.
Pengamat menilai koordinasi pemerintah dan bank sentral menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global yang masih berlangsung.
Baca Juga : Tekanan Global Bikin Rupiah Kembali Tersungkur




