Suara Online – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal masyarakat desa yang “enggak pakai dollar” masih ramai diperbincangkan di media sosial. Namun di tengah gelombang kritik, muncul pula banyak netizen yang membela ucapan tersebut.
Menurut mereka, potongan video yang viral di TikTok dan X tidak menunjukkan keseluruhan konteks pidato Prabowo saat membahas ekonomi desa dan ketahanan pangan nasional. Pernyataan itu disampaikan saat Prabowo menghadiri acara peresmian koperasi desa di Nganjuk, Jawa Timur.
Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan masyarakat desa tidak terlalu terdampak gejolak kurs karena “rakyat di desa enggak pakai dollar kok.” Ia juga menegaskan kondisi pangan dan energi Indonesia masih aman di tengah ketidakpastian global.
Dinilai Bicara soal Ketahanan Pangan
Pendukung Prabowo menilai inti dari pernyataan tersebut bukan berarti masyarakat kebal terhadap dampak ekonomi global.
Sebaliknya, mereka melihat ucapan itu sebagai pesan tentang pentingnya memperkuat ekonomi desa dan produksi pangan dalam negeri agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada impor.
Di media sosial, banyak akun pro pemerintah mulai membahas soal ketahanan pangan nasional setelah video itu viral. Mereka menilai desa memiliki kekuatan ekonomi lokal yang lebih mandiri karena sebagian kebutuhan hidup berasal dari hasil pertanian dan produksi sendiri.
Narasi soal pangan lokal pun ramai diangkat dalam diskusi netizen.
Ketergantungan Impor Jadi Sorotan
Perdebatan kemudian berkembang ke isu impor pangan dan kondisi ekonomi nasional.
Sebagian netizen pendukung Prabowo berpendapat Indonesia selama ini terlalu sensitif terhadap kenaikan dollar karena masih bergantung pada barang impor, termasuk bahan pangan tertentu.
Mereka menilai jika produksi dalam negeri diperkuat, dampak gejolak kurs mata uang asing bisa lebih ditekan.
Komentar seperti “kalau pangan lokal kuat, dollar naik tidak terlalu memukul rakyat” ramai muncul di TikTok dan X.
Pernyataan Prabowo sendiri juga menyinggung bahwa Indonesia masih berada dalam kondisi aman dibanding banyak negara lain karena pasokan pangan dan energi dinilai tetap terjaga.
Media Sosial Dinilai Sering Hilangkan Konteks
Ramainya polemik ini juga membuat banyak pengguna internet menyoroti budaya potongan video pendek di media sosial.
Sebagian pendukung Prabowo merasa isi pidato lengkap sering kalah cepat dibanding cuplikan beberapa detik yang lebih mudah viral.
Apalagi algoritma TikTok dan X cenderung mendorong konten yang memancing emosi dan perdebatan.
Akibatnya, publik sering langsung bereaksi terhadap satu kalimat tanpa melihat keseluruhan konteks pembicaraan.
Fenomena seperti ini semakin sering terjadi dalam isu politik dan ekonomi di Indonesia.
Ketahanan Pangan Jadi Isu Penting
Belakangan, isu ketahanan pangan memang semakin sering dibahas pemerintah di tengah kondisi ekonomi global yang tidak stabil.
Dalam beberapa pemberitaan, Prabowo juga menekankan bahwa Indonesia perlu menjaga ketersediaan pangan dan energi agar tidak mudah terguncang situasi dunia.
Karena itu, sebagian netizen menilai ucapan Prabowo soal masyarakat desa dan dollar lebih mengarah pada pentingnya memperkuat ekonomi lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Meski masih menuai pro dan kontra, perdebatan ini menunjukkan bahwa isu pangan dan ekonomi kini menjadi topik yang sangat sensitif sekaligus mudah viral di media sosial Indonesia.
Baca Juga : Netizen Seret Isu Makan Bergizi Gratis usai Video Prabowo soal Dollar Viral di TikTok dan X




