Suara Online – Fenomena “quiet quitting” mulai ramai dibahas di media sosial Indonesia, terutama di kalangan pekerja muda.
Istilah ini digunakan untuk menggambarkan karyawan yang memilih bekerja sesuai tugas dan jam kerja tanpa mengambil beban tambahan di luar tanggung jawab utama mereka.
Meski memakai kata “quitting”, fenomena ini bukan berarti resign diam-diam. Banyak pekerja tetap menjalankan pekerjaan seperti biasa, tetapi mulai menolak budaya kerja berlebihan.
“Kerja Sesuai Gaji” Viral di Media Sosial
Di TikTok dan X, quiet quitting sering disebut dengan istilah “kerja sesuai gaji.”
Banyak pengguna media sosial merasa fenomena ini muncul karena pekerja mulai lelah dengan budaya hustle yang menuntut produktivitas berlebihan.
Sebagian netizen mendukung pola kerja tersebut karena dianggap lebih sehat secara mental dan membantu menjaga keseimbangan hidup.
Namun ada juga yang mengkritik karena dianggap menurunkan semangat kerja dan produktivitas.
Generasi Muda Mulai Prioritaskan Work-Life Balance
Fenomena quiet quitting dinilai semakin populer karena generasi muda kini lebih terbuka membicarakan burnout dan kesehatan mental.
Banyak pekerja mulai merasa pekerjaan tidak seharusnya mengorbankan waktu pribadi atau kondisi mental mereka.
Karena itu, semakin banyak anak muda yang memilih menjaga batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Budaya Hustle Mulai Dipertanyakan
Beberapa tahun lalu, budaya hustle atau kerja terus-menerus sempat dianggap sebagai simbol kesuksesan.
Namun sekarang, banyak pekerja mulai mempertanyakan pola kerja tersebut karena dianggap memicu stres dan kelelahan.
Media sosial ikut mempercepat pembahasan ini karena pengalaman buruk di tempat kerja lebih mudah viral dan menjadi diskusi publik.
Dunia Kerja Dinilai Sedang Berubah
Ramainya pembahasan quiet quitting menunjukkan bahwa pola pikir dunia kerja mulai berubah.
Banyak pekerja kini tidak lagi hanya mengejar produktivitas, tetapi juga kenyamanan kerja dan kesehatan mental.
Fenomena ini diperkirakan masih akan terus berkembang, terutama di kalangan pekerja muda Indonesia.




