Suara Online – Fenomena anak muda yang takut atau malas mengangkat telepon kini makin ramai dibahas di media sosial. Banyak pengguna TikTok, X, hingga Instagram mengaku merasa cemas ketika menerima panggilan telepon, terutama dari nomor yang tidak dikenal.
Bagi sebagian Gen Z, komunikasi lewat chat dianggap jauh lebih nyaman dibanding berbicara langsung lewat telepon.
Fenomena ini bahkan mulai dikenal dengan istilah “phone anxiety” atau kecemasan saat harus menerima panggilan suara.
“Tolong Chat Dulu Sebelum Nelpon”
Di media sosial, banyak anak muda mengaku lebih memilih membalas pesan dibanding mengangkat telepon.
Komentar seperti “tolong chat dulu sebelum nelpon” hingga “lihat telepon masuk langsung panik” ramai muncul di TikTok dan X.
Sebagian merasa gugup karena harus merespons secara spontan saat berbicara lewat telepon. Ada juga yang takut salah bicara atau merasa canggung ketika harus berbicara formal.
Fenomena ini membuat banyak netizen merasa relate karena ternyata pengalaman serupa dialami banyak orang.
Kebiasaan Digital Dinilai Jadi Penyebab
Banyak pengguna internet menilai perubahan pola komunikasi digital ikut memengaruhi kebiasaan generasi muda.
Aplikasi chat seperti WhatsApp, Telegram, dan DM Instagram membuat orang lebih terbiasa menyusun jawaban terlebih dahulu sebelum merespons.
Berbeda dengan telepon yang menuntut jawaban cepat dan spontan.
Selain itu, budaya media sosial juga membuat komunikasi berbasis teks jauh lebih dominan dibanding percakapan suara langsung.
Bukan Sekadar Malas
Meski sering dianggap sepele, sebagian orang menilai phone anxiety bisa memengaruhi kehidupan sehari-hari, terutama dalam dunia kerja dan pendidikan.
Beberapa anak muda mengaku kesulitan menerima panggilan dari kantor, dosen, atau klien karena rasa cemas berlebihan saat harus berbicara lewat telepon.
Namun di sisi lain, ada juga netizen yang menganggap fenomena ini muncul karena generasi sekarang terlalu bergantung pada komunikasi digital.
Perdebatan soal phone anxiety pun terus ramai dibahas di internet.
Fenomena yang Makin Umum
Ramainya pembahasan ini menunjukkan bahwa kebiasaan komunikasi generasi muda memang mulai berubah.
Jika dulu telepon menjadi cara komunikasi utama, sekarang banyak anak muda lebih nyaman berbicara lewat chat karena dianggap lebih santai dan tidak menegangkan.
Media sosial pun membuat fenomena ini semakin terlihat karena banyak orang mulai terbuka membagikan pengalaman mereka soal rasa cemas saat menerima telepon.
Baca Juga : Quiet Quitting Mulai Ramai di Indonesia, Banyak Karyawan Pilih Kerja Sesuai Gaji




