Suara Online, Semarang – Alfatihah Academy menilai tantangan generasi santri saat ini berbeda dengan sebelumnya. Selain unggul dalam hafalan dan akhlak, santri dinilai perlu membekali diri dengan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kesadaran itu mendorong akademi mulai serius menggarap kompetensi digital santri. Salah satu langkah konkretnya adalah pelatihan “Mahir Spreadsheet” bagi santri akhwat di Surau Alfatihah, Selasa (16/6/2026).

Pemateri pelatihan, Anny Maesyaroh, S.Pd., menjelaskan fokus pada keterampilan digital berangkat dari perubahan kebutuhan zaman.
“Selain memiliki hafalan dan akhlak yang baik, santri juga perlu memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Anny.
“Kami ingin santri Alfatihah Academy tidak hanya unggul dalam aspek keislaman, tetapi juga memiliki kompetensi yang dapat membuat mereka berdaya dan mampu memberikan kontribusi di masyarakat,” lanjutnya.
Menurut Anny, pelatihan digital seperti spreadsheet menjadi langkah awal memperkenalkan teknologi yang produktif dan bermanfaat. Harapannya, santri tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk belajar, bekerja, dan berkarya.
Dalam pelatihan tersebut, santri dikenalkan pada fungsi Google Sheets yang umum dipakai di dunia kerja, seperti SUM, AVERAGE, DATEDIF, COUNTIF, dan IMPORTRANGE. Lebih dari sekadar rumus, santri diajak membentuk pola pikir sistematis dalam mengelola dan menganalisis data.
Bekal ini diharapkan membantu santri mengelola administrasi lebih rapi, menyusun laporan secara otomatis, hingga menunjang tugas selama masa magang di divisi masing-masing.
Lewat pendekatan ini, Alfatihah Academy berupaya mencetak santri yang memadukan nilai keislaman dengan keterampilan digital — generasi yang tangguh dan berdaya di tengah perkembangan zaman.
Baca juga Gerakan AGUS Distribusikan 12.000 Mushaf Al-Qur’an di Lampung, Ketum PBNU Pimpin Silaturahmi NU




