Boyolali, Suara Online — Hari pemotongan hewan kurban menjadi salah satu momen paling sibuk dalam rangkaian Kurban Alfatihah. Sejak pagi, panitia sudah mulai bergerak untuk memastikan seluruh proses berjalan tertib, mulai dari pengecekan data hewan hingga persiapan daging untuk dibagikan.
Sebelum pekerjaan dimulai, seluruh tim mengikuti briefing singkat untuk pembagian tugas dan memastikan alur kegiatan berjalan sesuai rencana.
Setelah itu, panitia mulai mengecek data hewan kurban.Setiap hewan dicocokkan dengan nomor dan nama pequrban agar tidak terjadi kekeliruan saat proses penyembelihan.
Hewan yang sudah sesuai data kemudian diarahkan ke area pemotongan.Sebelum disembelih, petugas membacakan nama pequrban dan doa. Setelah itu, proses penyembelihan dilakukan sesuai prosedur.
Setelah hewan dipotong, tim melanjutkan proses pengulitan dan penanganan karkas. Karkas yang sudah siap kemudian dimasukkan ke ABF dan cold storage untuk menjaga kondisi daging sebelum diproses lebih lanjut.
Menjelang Dzuhur, kegiatan dihentikan sementara untuk ishoma atau istirahat, shalat, dan makan. Setelah itu, panitia kembali melanjutkan pekerjaan sesuai tugas masing-masing.
Daging atau karkas yang sebelumnya berada di ABF kemudian diambil kembali untuk dipotong, ditimbang, dan dibungkus. Setelah semua proses selesai, daging kurban disiapkan untuk dibagikan kepada penerima manfaat.
Dari pagi hingga sore, panitia Kurban Alfatihah bekerja mengikuti alur yang sudah disiapkan. Mulai dari briefing, pengecekan data, pemotongan hewan, penyimpanan di ABF dan cold storage, hingga pengemasan daging dilakukan agar proses kurban berjalan tertib dan tepat sasaran.
Baca Juga : Kenapa Daging Kurban Yayasan Alfatihah Dibekukan Dulu? Ini Alasannya!




