Boyolali, Suara Online — Di tengah pelaksanaan qurban berskala besar tahun 2026, panitia qurban Yayasan Alfatihah menerapkan sistem real count untuk membantu memantau proses pemotongan hewan qurban secara langsung dan terorganisir.
Sistem real count tersebut digunakan untuk mendata jumlah hewan qurban yang telah dipotong secara real time selama proses penyembelihan berlangsung.
Melalui sistem ini, panitia dapat mengetahui jumlah hewan yang sudah diproses, yang masih dalam antrean pemotongan, hingga progres keseluruhan pelaksanaan qurban setiap harinya.
Berdasarkan update data per pukul 07.00 WIB tanggal 27 Mei 2026, total hewan qurban yang tercatat mencapai 1.415 ekor. Jumlah tersebut terus dipantau secara berkala melalui sistem pendataan yang digunakan oleh panitia di lapangan.
Dengan jumlah hewan qurban yang besar dan proses pemotongan yang dilakukan secara bertahap selama tiga hari, sistem pendataan menjadi bagian penting untuk menjaga ketertiban dan efisiensi kerja di area pemotongan.
Penggunaan sistem real count dinilai membantu mempercepat koordinasi antar divisi karena seluruh tim dapat memantau perkembangan pemotongan secara langsung tanpa harus melakukan pengecekan manual berulang kali.
Sistem ini juga membantu pengaturan waktu agar proses pemotongan dapat berjalan lebih cepat, terukur, dan minim hambatan.
“Melalui sistem real count ini, kami bisa mengetahui progres pemotongan secara langsung sehingga koordinasi antar tim menjadi lebih cepat dan efisien. Dengan jumlah hewan qurban yang besar, sistem seperti ini sangat membantu proses monitoring di lapangan,” ujar salah satu panitia pelaksana qurban.
Selain mempermudah pendataan, penerapan real count membantu meminimalisasi risiko kesalahan pencatatan jumlah hewan qurban, terutama saat proses pemotongan berlangsung padat dengan melibatkan ratusan panitia dan santri di lapangan.
Sebanyak 219 panitia dan santri terlibat dalam pelaksanaan qurban tahun ini dengan pembagian tugas ke berbagai divisi, mulai dari penyembelihan, pencacahan, pengemasan, hingga distribusi daging qurban kepada masyarakat.
Panitia menyebut penggunaan sistem real count masih jarang diterapkan dalam pelaksanaan qurban pada umumnya. Namun, sistem tersebut dinilai efektif untuk membantu pengelolaan qurban berskala besar agar proses kerja menjadi lebih tertata dan efisien.
“Tidak hanya mempercepat proses pendataan, sistem ini juga membantu kami menjaga ketepatan data agar seluruh proses pemotongan bisa terpantau dengan baik dari awal hingga distribusi,” lanjutnya.
Melalui sistem monitoring ini, pelaksanaan qurban tidak hanya berfokus pada kecepatan proses pemotongan, tetapi juga ketepatan pendataan dan koordinasi antar tim di lapangan. Dengan monitoring yang dilakukan secara langsung, setiap proses dapat dipantau lebih mudah hingga tahap distribusi.
Seluruh daging qurban nantinya akan didistribusikan kepada para santri pelosok, santri penghafal Al-Qur’an, anak yatim, hingga kaum duafa di berbagai wilayah secara bertahap dan terorganisir.
Baca Juga : Panitia Qurban Gelar Gladi Bersih Sekaligus Pemotongan 300 Ekor Domba di Hari Raya Iduladha




