Suara Online – Keluhan soal sulit mencari kerja kini semakin ramai dibahas fresh graduate di media sosial. Banyak lulusan baru mengaku sudah mengirim puluhan bahkan ratusan CV, tetapi belum juga mendapat panggilan interview.
Di TikTok, X, hingga LinkedIn, curhatan soal susah cari kerja menjadi salah satu topik yang paling sering muncul dari kalangan anak muda.
Komentar seperti “baru lulus langsung kena realita” atau “lowongan banyak tapi balasan nol” ramai dibagikan pengguna internet.
Fenomena ini membuat banyak fresh graduate merasa tidak sendirian menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat.
Persaingan Kerja Dinilai Semakin Berat
Banyak lulusan baru merasa mencari pekerjaan sekarang jauh lebih sulit dibanding ekspektasi mereka saat masih kuliah.
Tidak sedikit perusahaan yang meminta pengalaman kerja meski lowongan ditujukan untuk entry level atau fresh graduate.
Hal itu membuat banyak anak muda merasa bingung karena baru lulus tetapi sudah dituntut memiliki pengalaman kerja sebelumnya.
Selain itu, jumlah pelamar yang sangat banyak juga membuat persaingan kerja semakin ketat.
Di media sosial, beberapa netizen bahkan membagikan pengalaman lowongan kerja yang dipenuhi ribuan pelamar hanya dalam waktu singkat.
Fresh Graduate Mulai Merasa Insecure
Fenomena sulit mencari kerja juga berdampak pada kondisi mental banyak anak muda.
Sebagian fresh graduate mengaku mulai merasa insecure ketika melihat teman lain sudah lebih dulu mendapat pekerjaan.
Media sosial dianggap ikut memperbesar tekanan karena banyak orang membagikan pencapaian karier mereka secara online.
Komentar seperti “lihat teman udah kerja semua jadi kepikiran” hingga “setiap hari buka LinkedIn malah makin stres” ramai muncul di TikTok dan X.
Akibatnya, tidak sedikit anak muda yang mulai merasa cemas setelah lulus kuliah.
Banyak Anak Muda Akhirnya Cari Jalan Lain
Karena sulit mendapat pekerjaan tetap, banyak fresh graduate kini mulai mencari alternatif lain untuk mendapatkan penghasilan.
Sebagian memilih freelance, membuka usaha kecil, menjadi content creator, hingga mencoba side hustle online.
Fenomena ini membuat tren kerja fleksibel dan freelance semakin populer di kalangan Gen Z.
Meski begitu, banyak anak muda tetap berharap mendapatkan pekerjaan stabil sesuai jurusan atau bidang yang mereka inginkan.
Media Sosial Jadi Tempat Curhat dan Berbagi Info
Menariknya, media sosial kini bukan hanya tempat curhat soal susah cari kerja, tetapi juga menjadi tempat berbagi informasi lowongan dan tips karier.
Banyak kreator konten mulai membagikan tips interview, cara membuat CV, hingga informasi pekerjaan untuk fresh graduate.
Fenomena ini membuat anak muda merasa lebih terbantu menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
Dunia Kerja Dinilai Sedang Berubah
Ramainya pembahasan soal sulit cari kerja menunjukkan bahwa dunia kerja saat ini memang sedang mengalami banyak perubahan.
Perkembangan teknologi, persaingan tinggi, hingga perubahan kebutuhan industri membuat fresh graduate harus bersaing lebih keras dibanding sebelumnya.
Karena itu, isu lapangan kerja diperkirakan masih akan terus menjadi topik sensitif dan ramai dibahas generasi muda di media sosial Indonesia.
Baca Juga : Anak Muda Sekarang Lebih Pilih Freelance daripada Kantoran? Fleksibilitas Jadi Alasan Utama




