Boyolali, Suara Online — Dalam proses pengolahan daging kurban, Yayasan Alfatihah tidak langsung membagikan seluruh daging setelah hewan selesai dipotong.
Sebagian daging kurban terlebih dahulu masuk ke proses pembekuan menggunakan ABF atau Air Blast Freezer.
ABF merupakan alat pendingin yang digunakan untuk membekukan daging dengan suhu rendah dalam waktu lebih cepat.
Proses ini dilakukan agar daging kurban tetap terjaga kualitasnya sebelum masuk ke tahap pemotongan, pengemasan, dan distribusi kepada penerima manfaat.
Ada beberapa alasan mengapa daging kurban Alfatihah dibekukan terlebih dahulu:
1. Menjaga kualitas daging
Daging kurban yang sudah dipotong perlu dijaga agar tetap layak konsumsi. Dengan proses pembekuan, kualitas daging dapat lebih terjaga sebelum dibagikan kepada penerima manfaat.
2. Mencegah daging cepat rusak
Jumlah hewan kurban yang diproses cukup banyak, sehingga daging tidak selalu bisa langsung dibagikan dalam waktu bersamaan. Pembekuan membantu mencegah daging cepat rusak selama menunggu proses selanjutnya.
3. Memudahkan proses pemotongan
Daging yang sudah melalui proses pembekuan lebih mudah ditata dan dipotong sesuai kebutuhan. Hal ini membantu tim bekerja lebih rapi saat menyiapkan daging untuk distribusi.
4. Membuat pengemasan lebih tertib
Setelah daging dipotong, proses pengemasan dapat dilakukan dengan lebih teratur. Daging yang sudah beku atau setengah beku lebih mudah ditimbang, disusun, dan dimasukkan ke dalam kemasan.
5. Mendukung distribusi dalam jumlah besar
Dengan banyaknya penerima manfaat, pembekuan daging menjadi salah satu cara agar distribusi dapat dilakukan lebih terencana. Daging bisa disiapkan secara bertahap tanpa mengurangi kualitasnya.
6. Menjaga kebersihan proses kurban
Penggunaan ABF juga membantu proses pengolahan daging menjadi lebih bersih dan tertata. Daging tidak dibiarkan terlalu lama di area terbuka, sehingga lebih aman sebelum disalurkan.
Setelah keluar dari ABF, daging kurban akan masuk ke tahap berikutnya, yaitu pemotongan, penimbangan, pengemasan, dan persiapan distribusi.
Setiap proses dilakukan oleh tim yang bertugas agar daging dapat disalurkan dalam kondisi baik.
Bagi Alfatihah, pembekuan daging bukan sekadar proses teknis, tetapi bagian dari upaya menjaga amanah para pequrban.
Daging kurban yang telah dititipkan harus dikelola dengan baik hingga sampai kepada penerima manfaat.
Melalui penggunaan ABF, Alfatihah berupaya memastikan daging kurban tetap terjaga kualitasnya, proses distribusi lebih tertata, dan manfaat kurban dapat diterima masyarakat dengan baik.
Baca Juga : Begini Tata Cara Pemotongan Hewan Qurban di Alfatihah, Tertib dan Sesuai Syariat




