Boyolali, Suara Online — Pelaksanaan pemotongan hewan qurban di Alfatihah dilakukan secara tertib, terdata, dan sesuai syariat Islam.
Setiap tahapan dijalankan dengan penuh kehati-hatian agar amanah dari para pequrban dapat terlaksana dengan baik.
Dalam prosesnya, tim Alfatihah tidak hanya fokus pada penyembelihan hewan, tetapi juga memastikan setiap hewan qurban sesuai dengan data pequrban yang telah tercatat.
Hal ini dilakukan agar pelaksanaan qurban berjalan rapi, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Berikut tata cara pemotongan hewan qurban di Alfatihah:
Pengambilan hewan qurban sesuai data
Tim terlebih dahulu mengambil hewan qurban, seperti kambing atau domba, sesuai dengan nomor dan data yang sudah tercatat. Setiap hewan memiliki nomor identitas agar tidak tertukar dengan hewan qurban lainnya.
Pencocokan data pequrban

Sebelum disembelih, data hewan kembali dicocokkan dengan nama pequrban. Proses ini penting untuk memastikan bahwa hewan yang akan dipotong benar-benar sesuai dengan amanah dari shohibul qurban.
Pembacaan doa dan nama pequrban

Sebelum proses penyembelihan, petugas membacakan doa sekaligus menyebutkan nama pequrban. Tahapan ini menjadi bagian penting karena hewan qurban disembelih atas nama pequrban yang telah menitipkan amanahnya.
Penerbitan sertifikat qurban
Pequrban juga mendapatkan sertifikat sebagai bukti bahwa ibadah qurbannya telah dilaksanakan melalui Alfatihah. Sertifikat ini menjadi bentuk dokumentasi dan laporan kepada shohibul qurban.
Penyembelihan sesuai syariat
Saat proses pemotongan dilakukan, petugas membaca doa terlebih dahulu. Penyembelihan dilakukan menggunakan pisau yang tajam oleh petugas yang memahami tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam.
Menunggu hewan benar-benar mati
Setelah proses penyembelihan dilakukan, hewan qurban dibiarkan beberapa saat hingga benar-benar mati dan darahnya keluar dengan sempurna. Tahapan ini dilakukan sebelum proses lanjutan agar tetap sesuai prosedur dan memperhatikan adab terhadap hewan qurban.
Pemotongan kepala dan kaki
Setelah hewan dipastikan mati dan tidak lagi bergerak, petugas melanjutkan proses dengan memotong bagian kepala dan kaki. Proses ini dilakukan secara hati-hati sebelum hewan masuk ke tahap berikutnya.
Hewan digantung untuk proses pengulitan

Setelah itu, hewan digantung agar proses pengulitan dapat dilakukan dengan lebih mudah, bersih, dan tertata. Pengulitan dilakukan oleh tim yang sudah bertugas di bagian masing-masing.
Pengolahan daging qurban
Setelah dikuliti, daging qurban kemudian diproses untuk dipotong, dikemas, dan disiapkan sebelum disalurkan kepada para penerima manfaat.
Dengan alur yang tertib tersebut, Alfatihah berupaya menjaga amanah para pequrban dari awal hingga akhir. Mulai dari pencatatan data, pembacaan doa, penyembelihan, hingga pengolahan daging, seluruh proses dilakukan secara terkoordinasi.
Melalui tata cara ini, pelaksanaan qurban di Alfatihah diharapkan tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga memberikan ketenangan bagi para pequrban karena hewan qurbannya diproses dengan amanah, rapi, dan penuh tanggung jawab.
Baca Juga : Tak Hanya Qurban, Yayasan Alfatihah Hadirkan Sedekah Daging untuk Warga yang Belum Mampu Berkurban




