Suara Online
  • Beranda
  • Berita
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Subscribe
Suara OnlineSuara Online
Aa
Search
  • Pages
    • Blog Index
    • Contact Us
    • Search Page
    • 404 Page
  • Categories
  • Personalized
    • My Saves
    • My Feed
    • My Interests
    • History
Follow US
d24de76d 6b7d 454f ad65 b54474ef8e7a

Beranda – Kuota Pertalite Disorot Usai Harga Pertamax Naik, Purbaya: Tanya Pak Bahlil

Informasi

Kuota Pertalite Disorot Usai Harga Pertamax Naik, Purbaya: Tanya Pak Bahlil

Putri santika
Putri santika 7 Views Published
Share
Ilustrasi oleh Magnific.com
SHARE

Suara Online, Semarang – Kenaikan harga Pertamax memunculkan kekhawatiran terkait potensi peningkatan konsumsi Pertalite. Meningkatnya penggunaan Pertalite dikhawatirkan dapat memengaruhi kuota Pertalite yang telah ditetapkan pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta agar pertanyaan mengenai pengendalian kuota Pertalite disampaikan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Menurutnya, Kementerian ESDM lebih memahami langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga penyaluran Pertalite agar tetap terkendali.

“Itu tanya ke Pak Bahlil. Mungkin ada metode lagi, nozzle control kalau tidak salah,” kata Purbaya usai rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Kekhawatiran mengenai kuota Pertalite muncul setelah PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026. Sementara itu, harga Pertalite tetap dipertahankan di level Rp10.000 per liter.

Perbedaan harga yang semakin lebar antara Pertamax dan Pertalite diperkirakan dapat mendorong sebagian masyarakat beralih menggunakan Pertalite. Jika perpindahan pengguna Pertamax ke Pertalite meningkat, konsumsi Pertalite juga berpotensi naik dan memengaruhi kuota Pertalite nasional.

Meski demikian, Purbaya menilai kenaikan harga Pertamax tidak akan memberikan dampak besar terhadap inflasi. Sebab, Pertamax umumnya digunakan kendaraan pribadi, sedangkan distribusi barang lebih banyak menggunakan bahan bakar lain.

Di sisi lain, pemerintah dan Pertamina diharapkan dapat memperkuat pengawasan distribusi Pertalite agar penyaluran Pertalite tetap tepat sasaran. Selain menjaga ketersediaan Pertalite di SPBU, pengawasan terhadap penggunaan Pertalite juga dinilai penting untuk memastikan kuota Pertalite tetap aman hingga akhir tahun.

Dengan harga Pertalite yang masih bertahan di angka Rp10.000 per liter, perhatian terhadap konsumsi Pertalite diperkirakan akan semakin meningkat. Pemerintah pun diminta memastikan pasokan Pertalite tetap tersedia dan kuota Pertalite tidak terganggu akibat meningkatnya permintaan Pertalite di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Baca juga Harga Pertamax Naik, Pengguna Pertamax Berpotensi Beralih ke Pertalite, Pemerintah Perlu Antisipasi

Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Verified Blog

Seedbacklink

Rumah Anak Surga

Hotel Karantina Qur’an

Rental Motor Semarang

You Might Also Like

man gas station with car close up
Informasi

Harga Pertamax Naik, Pengguna Pertamax Berpotensi Beralih ke Pertalite, Pemerintah Perlu Antisipasi

4 Min Read
man gas station with car close up
BeritaInformasi

Harga Pertalite Hari Ini Tetap Rp10.000 per Liter, Berapa Harga Pertamax Hari ini?

4 Min Read
Perilaku Lansia Sebelum Tertabrak Kereta di Genuk Jadi Tanda Tanya Warga
BeritaInformasi

Perilaku Lansia Sebelum Tertabrak Kereta di Genuk Jadi Tanda Tanya Warga

2 Min Read
Diduga Bunuh Diri, Wanita 60 Tahun Tewas Tertabrak Kereta Api
BeritaInformasi

Diduga Bunuh Diri, Wanita 60 Tahun Tewas Tertabrak Kereta Api

2 Min Read
Suara Online

Suaraonline.com : The voice of netizen

  • Tentang Kami
  • Sitemap
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Privacy Police
Welcome Back!

Sign in to your account


Lost your password?