Suara Online – Sebuah video yang diunggah akun Kabar-Kabari pada 14/0 2026 mendadak ramai diperbincangkan warganet. Dalam video tersebut, terlihat seorang siswa sekolah dasar menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sangat lahap.
Menu yang disajikan tampak sederhana namun bergizi, terdiri dari tiga buah rambutan, tumis ikan, serta irisan timun. Siswa tersebut terlihat menikmati makanannya dengan penuh semangat.
Momen yang menarik perhatian publik adalah ketika siswa itu sambil makan bertanya kepada gurunya, “Pak guru nggak makan?” Pertanyaan polos tersebut sontak mengundang beragam reaksi dari pengguna media sosial.
Video tersebut kemudian memicu perdebatan terkait kebijakan program MBG. Banyak warganet yang menilai menu yang ditampilkan dalam video tersebut sudah layak dan memenuhi unsur gizi bagi anak-anak sekolah.
Namun di sisi lain, sejumlah komentar juga menyoroti adanya perbedaan menu MBG di beberapa daerah. Beberapa pengguna media sosial bahkan membagikan pengalaman dan dokumentasi menu MBG dari wilayah lain yang dinilai berbeda kualitas maupun kelengkapannya.
Perbedaan tersebut memunculkan diskusi mengenai pemerataan dan standar pelaksanaan program MBG di seluruh Indonesia. Sebagian pihak berharap adanya pengawasan dan evaluasi agar kualitas menu yang diterima siswa bisa merata di setiap daerah.
Meski menu dalam video tersebut dinilai cukup baik, perdebatan mengenai program MBG masih terus bergulir di ruang publik, baik yang mendukung maupun yang mengkritisi implementasinya di lapangan.
Hingga kini, video tersebut masih ramai diperbincangkan dan menjadi salah satu topik yang memancing perhatian masyarakat di media sosial.
Baca Juga : Heboh! Sound Horeg dan Tarian Seksi Warnai SOTR di Jombang, Polisi Turun Tangan




