Suara Online – Hari Raya Idul Adha selalu identik dengan aroma gulai, sate, dan kepulan asap dari dapur rumah-rumah kaum muslimin.
Saat ketukan pintu terdengar dan seorang tetangga atau panitia masjid datang mengantarkan bungkusan daging qurban, rasanya tentu membahagiakan.
Pikiran kita mungkin langsung melayang membayangkan menu lezat apa yang akan tersaji di meja makan.
Namun, tunggu dulu! Jangan langsung dibawa ke dapur dan dimasak.
Sebagai umat Muslim yang menjunjung tinggi akhlak, ada jeda beberapa detik yang sangat berharga untuk melakukan amalan sunnah.
Islam mengajarkan kita untuk tidak sekadar menerima fisik dagingnya, tetapi juga menjemput berkah di baliknya melalui doa dan adab yang baik.
Bagaimana caranya? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
Doa Saat Menerima Daging Qurban
Orang yang berqurban (mudhohi) telah mengikhlaskan sebagian hartanya untuk membeli hewan qurban demi menjalankan perintah Allah.
Sebagai penerima, hadiah terbaik yang bisa kita berikan kembali kepada mereka adalah doa. Berikut adalah doa yang dianjurkan untuk dibaca saat menerima daging qurban:
جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا وَبَارَكَ اللهُ فِيْ أَهْلِكَ وَمَالِكَ، تَقَبَّلَ اللهُ ضَحِيَّتَكَ
Teks Latin
Jazaakallahu khairan wa baarakaatuhu fii ahlika wa maalika, taqabbalallahu dhohiyyataka.
Artinya: “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, dan semoga Allah memberkahi keluarga serta hartamu. Semoga Allah menerima ibadah qurbanmu.”
(Catatan: Jika yang memberikan atau mengantarkan adalah seorang perempuan, kata Jazaakallahu diganti menjadi Jazaakillahu dan dhohiyyataka menjadi dhohiyyataki).
Mengapa Doa Ini Begitu Penting?
Membaca doa saat menerima daging qurban bukan sekadar formalitas basa-basi. Ada rahasia keberkahan yang besar di dalamnya:
- Wujud Syukur kepada Manusia: Rasulullah SAW mengingatkan kita dalam sebuah hadis: “Tidak dikatakan bersyukur kepada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih kepada manusia.” (HR. Abu Dawud).
- Menebar Energi Positif: Saat kita mendoakan keberkahan harta dan keluarga si pemberi, malaikat pun akan mengaminkan doa tersebut untuk kebaikan diri kita sendiri.
- Mempererat Ukhuwah Islamiyah: Doa yang tulus melunasi sekat-sekat sosial. Hubungan bertetangga dan persaudaraan antar-sesama muslim akan menjadi jauh lebih hangat dan harmonis.
Adab Mulia Menerima Daging Qurban
Selain melangitkan doa di atas, lengkapi momen menerima daging qurban dengan adab-adab berikut ini agar pahalanya makin sempurna:
1. Sambut dengan Wajah Berseri dan Senyuman
Jangan menerima pemberian dengan wajah datar atau acuh tak acuh. Sambutlah sang pengantar dengan senyum hangat sebagai bentuk penghormatan atas lelah dan niat baik mereka.
2. Gunakan Tangan Kanan
Selalu biasakan menerima kantong atau wadah daging qurban menggunakan tangan kanan. Ini adalah sunnah kecil yang sering terlupakan namun bernilai pahala besar.
3. Jangan Mencela Kondisi Daging
Apapun bagian daging yang kita dapatkan—baik itu daging paha yang empuk, bagian jeroan, maupun tulang/iga—terimalah dengan penuh rasa syukur. Jangan sekali-kali mengeluh atau mencela kualitas daging yang diberikan.
4. Segera Olah atau Simpan dengan Benar
Jika belum ingin langsung dimasak, daging qurban sebaiknya segera dibersihkan dan disimpan di freezer agar kualitasnya tetap terjaga. Mengolah dan menyimpan makanan dengan baik juga termasuk bentuk menghargai nikmat dari Allah SWT.
Di balik pembagian daging qurban yang diterima masyarakat, terdapat amanah besar dari para shohibul qurban yang ingin berbagi kebahagiaan di Hari Raya Idul Adha. Karena itu, penting memilih layanan qurban yang tidak hanya praktis, tetapi juga memastikan proses penyembelihan dan distribusi dilakukan secara amanah dan tepat sasaran.
Melalui program Qurban Alfatihah, distribusi daging qurban disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah dengan proses yang transparan dan sesuai syariat. Shohibul qurban juga mendapatkan dokumentasi realtime penyembelihan, katalog hewan lengkap, hingga laporan penyaluran sehingga ibadah qurban terasa lebih tenang, bermakna, dan penuh keberkahan.
Baca Juga : Menjual Kulit Hewan Kurban untuk Sedekah: Boleh atau Haram?




