Suara Online – Rumah Tahfidz Alfatihah (RTA) menggelar Wisuda Akbar ke-9 di Astina Hall, Hotel Grasia Semarang, Minggu (26/7/2026). Sebanyak 45 santri mengikuti wisuda, terdiri atas lima santri Juz 28, tujuh santri Juz 29, dan 33 santri Juz 30.

Para wisudawan berasal dari lima cabang Rumah Tahfidz Alfatihah, yakni Pedurungan 1, Pedurungan 2, Genuk, Majapahit, dan Ngaliyan. Acara diisi dengan pembacaan hafalan, doa khatmil Al-Qur’an, prosesi wisuda, pemberian syahadah, serta beragam penampilan santri.

Ketua Yayasan Rumah Tahfidz Alfatihah, Ustaz Zabarjad Dhiyaul Haq, berterima kasih kepada para wali santri yang telah memercayakan anak-anaknya kepada Rumah Tahfidz Alfatihah. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan serta membuka ruang bagi kritik dan saran dari para wali santri.

Pembina Rumah Tahfidz Alfatihah, Bambang Eko Pranomo juga berharap Rumah Tahfidz Alfatihah dapat terus berkembang dan melahirkan lebih banyak generasi penghafal Al-Qur’an.

Sementara itu, perwakilan wali santri, Dimas Restu Aji, menyampaikan apresiasi kepada para ustazah atas kesabaran dan dedikasinya selama mendampingi para santri belajar serta menghafal Al-Qur’an.

“Terima kasih kepada seluruh ustazah atas dedikasi dan kesabarannya dalam mengajar anak-anak kami. Semoga setiap ilmu yang diberikan menjadi amal jariah. Kami berharap anak-anak tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga senantiasa menjaga hafalannya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Dalam proses pembelajaran, Rumah Tahfidz Alfatihah menerapkan metode Aljawarih yang melibatkan gerakan tubuh dan aktivitas pendukung. Metode ini membuat proses menghafal Al-Qur’an terasa lebih aktif, menyenangkan, dan mudah dipahami anak-anak.

Selain menghafal, santri juga dilatih untuk percaya diri, kreatif, dan berani tampil melalui pertunjukan Rodad, hafalan hadis, nasyid, puisi, hingga Mini Science Quran berupa demonstrasi lava lamp. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran di Rumah Tahfidz Alfatihah turut mendorong anak bereksplorasi dan mengenal ilmu pengetahuan.

Tiara, ibunda Kenzo Alfaroq Kafil dari Rumah Tahfidz Alfatihah Cabang Pedurungan 2, mengatakan metode tersebut membuat anak merasa nyaman dan senang belajar. Menurutnya, materi yang beragam mampu meningkatkan ketertarikan anak terhadap pembelajaran.

Hal serupa dirasakan Marwati, ibunda Ashraf Elyadi Candra. Ia mengaku bangga dan terharu karena sang anak dapat menyelesaikan hafalannya. Menurutnya, para ustazah mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan suasana hati dan kondisi setiap santri.

“Ustazah memberikan pembelajaran yang disesuaikan dengan suasana hati anak. Terkadang pembelajaran dilakukan melalui kuis dan permainan agar terasa menyenangkan,” ujar Marwati.

Marwati berharap setiap cabang Rumha Tahfidz Alfatihah ke depannya dapat menyediakan tingkatan hafalan Juz 30, 29, dan 28 secara lengkap. Dengan demikian, santri yang telah menyelesaikan satu tingkatan dapat langsung melanjutkan hafalannya ke juz berikutnya di cabang yang sama.

Melalui Wisuda Akbar ke-9 ini, Rumah Tahfidz Alfatihah berharap pencapaian para santri tidak berhenti pada hafalan. Mereka diharapkan mampu menjaga, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari serta tumbuh menjadi generasi Qurani yang berakhlak, percaya diri, kreatif, dan berprestasi.

Baca Juga : Rumah Tahfidz Al-Fatihah Gelar Qur’ani Explore Camp untuk Perkuat Hafalan Al-Qur’an dan Karakter Santri 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *