Suara Online – Media sosial Facebook kembali ramai dibahas netizen setelah banyak pengguna internet merasa platform tersebut sudah tidak seramai beberapa tahun lalu.
Jika dulu Facebook menjadi aplikasi utama untuk update status, cari teman, hingga berbagi foto, sekarang banyak pengguna terutama anak muda mulai beralih ke TikTok dan Instagram.
Di media sosial, banyak netizen mengaku sudah jarang membuka Facebook kecuali untuk kebutuhan tertentu seperti marketplace, grup komunitas, atau mencari informasi lokal.
Anak Muda Kini Lebih Aktif di TikTok dan Instagram
Salah satu alasan Facebook mulai ditinggalkan adalah perubahan kebiasaan generasi muda dalam menggunakan media sosial.
Banyak anak muda sekarang lebih menyukai platform yang fokus pada video pendek dan konten cepat seperti TikTok atau Instagram Reels.
Di TikTok, pengguna bisa langsung menemukan hiburan lewat algoritma FYP tanpa harus mencari teman atau mengikuti akun tertentu.
Sementara Facebook dinilai lebih dipenuhi postingan lama, iklan, hingga konten yang kurang relevan dengan pengguna muda.
Komentar seperti “Facebook sekarang isinya bapak-bapak” atau “udah jarang ada teman aktif di Facebook” ramai muncul di TikTok dan X.
Konten Facebook Dinilai Sudah Berubah
Sebagian netizen juga menilai pengalaman menggunakan Facebook sekarang berbeda dibanding masa kejayaannya dulu.
Timeline Facebook dianggap terlalu banyak dipenuhi konten random, repost video, clickbait, hingga iklan yang muncul terus-menerus.
Akibatnya, banyak pengguna merasa Facebook tidak lagi senyaman dulu untuk digunakan sehari-hari.
Meski begitu, Facebook masih tetap digunakan sebagian orang untuk kebutuhan tertentu seperti jual beli di Facebook Marketplace, grup komunitas, dan bisnis online.
Generasi Lama dan Generasi Baru Punya Kebiasaan Berbeda
Fenomena ini membuat banyak netizen menilai ada perbedaan besar cara menggunakan media sosial antara generasi lama dan generasi muda.
Jika generasi sebelumnya tumbuh bersama Facebook, Gen Z justru lebih dekat dengan TikTok, Instagram, atau platform video pendek lainnya.
Karena itu, Facebook sekarang dianggap lebih banyak digunakan kelompok usia yang lebih tua dibanding anak muda.
Facebook Dinilai Tetap Belum Hilang
Meski mulai ditinggalkan sebagian pengguna muda, banyak netizen menilai Facebook sebenarnya belum benar-benar mati.
Platform tersebut masih memiliki jutaan pengguna aktif dan tetap menjadi tempat penting untuk komunitas, bisnis, hingga jual beli online.
Namun secara tren, perhatian pengguna internet memang mulai bergeser ke platform yang menawarkan hiburan cepat dan konten video pendek.
Media Sosial Terus Berubah
Ramainya pembahasan soal Facebook menunjukkan bahwa tren media sosial terus berubah mengikuti kebiasaan pengguna internet.
Jika dulu Facebook menjadi pusat aktivitas online, sekarang generasi muda lebih tertarik pada platform yang terasa lebih cepat, interaktif, dan menghibur.
Fenomena ini juga memperlihatkan bagaimana persaingan media sosial semakin ketat dalam memperebutkan perhatian pengguna, terutama anak muda yang aktif di internet setiap hari.
Baca Juga : Fenomena Doomscrolling Makin Ramai, Banyak Anak Muda Mengaku Mental Jadi Lebih Lelah




