Suara Online – Tren side hustle atau pekerjaan sampingan kini semakin populer di kalangan Gen Z Indonesia. Banyak anak muda mulai mencari penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama atau aktivitas kuliah mereka.
Mulai dari freelance desain, jualan online, affiliate TikTok, content creator, hingga membuka jasa kecil-kecilan kini ramai dijalani anak muda.
Fenomena ini juga ramai dibahas di TikTok dan X. Banyak pengguna media sosial membagikan cerita tentang side hustle yang mereka jalani untuk menambah pemasukan bulanan.
Gaji Utama Dinilai Tak Selalu Cukup
Salah satu alasan side hustle makin populer adalah karena banyak anak muda merasa penghasilan utama saja sering kali belum cukup memenuhi kebutuhan hidup.
Biaya makan, transportasi, nongkrong, hingga kebutuhan gaya hidup membuat sebagian Gen Z merasa perlu punya pemasukan tambahan.
Komentar seperti “gaji utama buat hidup, side hustle buat bertahan” ramai muncul di media sosial.
Banyak anak muda juga mengaku side hustle membantu mereka memiliki tabungan tambahan atau membeli kebutuhan pribadi tanpa terlalu bergantung pada gaji utama.
Media Sosial Bikin Side Hustle Makin Mudah
Perkembangan media sosial juga membuat side hustle semakin mudah dijalankan.
TikTok, Instagram, hingga marketplace membuka banyak peluang baru bagi anak muda untuk mendapatkan uang tambahan secara online.
Fenomena affiliate TikTok misalnya, kini menjadi salah satu side hustle yang paling ramai diminati Gen Z karena dianggap bisa menghasilkan uang tanpa harus punya produk sendiri.
Selain itu, banyak anak muda mulai menawarkan jasa freelance lewat media sosial, mulai dari desain, editing video, admin online shop, hingga copywriting.
Side Hustle Kini Jadi Bagian Gaya Hidup
Menariknya, side hustle sekarang tidak lagi hanya dianggap pekerjaan tambahan, tetapi juga bagian dari gaya hidup anak muda.
Banyak Gen Z merasa memiliki side hustle membuat mereka lebih produktif dan punya peluang membangun karier sendiri di masa depan.
Sebagian bahkan berharap pekerjaan sampingan mereka bisa berkembang menjadi bisnis utama.
Karena itu, tidak sedikit anak muda yang rela membagi waktu antara kerja utama, kuliah, dan side hustle sekaligus.
Tidak Selalu Soal Uang
Meski identik dengan penghasilan tambahan, banyak Gen Z juga menjalani side hustle untuk mencari pengalaman dan memperluas koneksi.
Beberapa anak muda mengaku pekerjaan sampingan membantu mereka belajar skill baru yang tidak didapat dari sekolah atau kantor.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pola kerja generasi muda mulai berubah. Jika dulu satu pekerjaan dianggap cukup, sekarang banyak anak muda memilih memiliki lebih dari satu sumber penghasilan.
Tren Ini Diperkirakan Terus Naik
Ramainya pembahasan soal side hustle menunjukkan bahwa generasi muda kini semakin terbuka terhadap cara kerja yang fleksibel.
Di tengah biaya hidup yang terus meningkat dan perkembangan ekonomi digital, tren pekerjaan sampingan diperkirakan masih akan terus berkembang di Indonesia.
Media sosial pun membuat banyak anak muda merasa side hustle bukan lagi pilihan tambahan, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Baca Juga : Kenapa Orang Sekarang Lebih Suka Belanja Live TikTok? Diskon dan FOMO Jadi Alasannya




