SUARAONLINE.COM – Liver atau hati adalah salah satu organ vital dalam tubuh manusia. Fungsi utamanya adalah menyaring racun, membantu metabolisme, menyimpan energi, dan memproduksi empedu untuk mencerna lemak. Namun, tanpa disadari, kebiasaan makan yang salah bisa memperberat kerja liver dan bahkan merusaknya secara perlahan. Penyakit liver seperti fatty liver (perlemakan hati), hepatitis, hingga sirosis hati seringkali disebabkan oleh pola makan tidak sehat yang berlangsung dalam jangka panjang. Maka dari itu, sangat penting untuk mengenali dan menghindari makanan penyebab kerusakan liver. Lalu apa saja makanan penyebab kerusakan liver yang harus dihindari? Simak artikel berikut baik-baik.
5 Makanan Penyabab Kerusakan Liver
Dikutip dari laman Alodokter, ini 5 jenis makanan penyebab kerusakan liver yang harus dihindari, dan nomor 3 adalah yang paling sering dikonsumsi banyak orang:
- Alkohol
Alkohol adalah musuh utama bagi kesehatan liver. Konsumsi alkohol secara berlebihan bisa menyebabkan kondisi serius seperti perlemakan hati. Saat kita minum alkohol, liver bekerja keras untuk memecah dan membuang zat beracun tersebut. Jika terlalu sering atau dalam jumlah besar, sel-sel hati bisa rusak dan bahkan mati. WHO menyatakan bahwa konsumsi alkohol berlebihan adalah salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit liver di dunia.
- Makanan Tinggi Gula
Gula yang berlebihan dalam tubuh akan diubah menjadi lemak oleh hati. Jika asupan gula terlalu tinggi, hati akan mengalami penumpukan lemak yang bisa berujung pada sirosis. Ganti gula buatan dengan pemanis alami seperti madu dalam jumlah kecil, dan perbanyak konsumsi buah utuh yang mengandung serat.
- Makanan Berminyak (Gorengan dan Lemak Jenuh)
Makanan yang digoreng atau mengandung lemak jenuh tinggi seperti fast food, ayam goreng tepung, kentang goreng, dan makanan cepat saji lainnya adalah makanan penyebab kerusakan liver yang utama. Gorengan mengandung minyak jenuh yang sulit diuraikan oleh liver serta kalori tinggi yang berisiko menyebabkan obesitas dan kerusakan liver. Karena rasanya yang gurih dan mudah ditemui, gorengan adalah makanan yang sangat sering dikonsumsi banyak orang, bahkan hampir setiap hari. Kebiasaan ini harus segera dikurangi jika ingin menjaga kesehatan hati. Ganti gorengan dengan makanan yang dipanggang, direbus, atau ditumis menggunakan sedikit minyak sehat seperti minyak zaitun.
- Makanan Tinggi Garam
Terlalu banyak mengonsumsi garam bisa menyebabkan penumpukan cairan di hati dan meningkatkan tekanan darah. Selain itu, garam berlebih memperberat kerja liver dalam menyaring zat-zat berbahaya. Batasi konsumsi garam hingga kurang dari 5 gram per hari (sekitar 1 sendok teh). Gunakan bumbu alami seperti bawang putih, lada, atau rempah-rempah sebagai pengganti.
- Camilan Kemasan
Camilan dalam kemasan seperti biskuit, keripik, wafer, dan snack ringan mengandung kombinasi gula tinggi, garam, lemak jenuh, serta bahan pengawet. Ini adalah kombinasi “beracun” bagi liver jika dikonsumsi terus-menerus. Meski praktis dan enak, camilan kemasan sering kali menyebabkan kecanduan. Sayangnya, mereka tidak memberikan nutrisi yang baik dan justru memperberat fungsi hati. Ganti camilan kemasan dengan camilan sehat seperti kacang panggang tanpa garam, buah potong segar, atau yogurt rendah gula.
Itu dia beberapa makanan penyebab kerusakan liver yang harus dihindari. Kerusakan liver tidak terjadi secara instan, melainkan bertahap akibat pola makan yang buruk dan tidak disadari. Menghindari lima jenis makanan di atas, terutama gorengan yang sering dikonsumsi banyak orang adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan liver. Ingat! Liver adalah organ penting. Sekali rusak, proses pemulihannya bisa sangat sulit. Karena itu, cegah lebih baik daripada mengobati.
Baca Juga: Sering Radang Tenggorokan? Waspadai 4 Jenis Makanan Ini!